• Kam. Feb 22nd, 2024
Top Tags

Diduga Pungli Iuran SPP SMAN-1 & SMKN-2 Kab. Tanbu.

ByWira

Mei 15, 2022

Kab.Tanbu, Mediakota-online.com
Sangat disayangkan masa covid-19 saat ini masyarakat NKRI dalam kesulitan untuk mencari nafkah untuk sehari-hari, dikarenakan banyak para pengusaha bangkrut dikarenakan imbas masalah covid dan para karyawan banyak  PHK/di berhentikan dan ada dua lembaga pendidikan menegah Atas Negeri (SLTA) di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan di duga dengan sengaja lakukan pungutan liar(Pungli) iuran dari para siswanya.

Dan kedua lembaga pendidikan Menengah Atas Negeri tersebut adalah SMAN-1 Simpang Empat dan SMKN-2 Simpang Empat serta hal ini bukan rahasia umum lagi pungutan iuran dari para siswa tersebut nominalnya cukup fantastis yang besaranya mencapai ratusan ribu persiswa.

Pasalnya pungutan dari para siswa tersebut pun dilakukan secara rutin setiap bulan serta dengan mengacu kepada peraturan kementerian pendidikan nasional yaitu Permen No 75 tahun 2016 yang mengatur Komite Sekolah Bahwa lembaga pendidikan boleh menggalang dana melalui komite sekolah, akan tetapi dana yang digalang tersebut bersifat sukarela dan tidak boleh dipungut secara rutin atau menentukan  besaran nominalnya.

Akan tetapi dalam pantauan mediakota-online.com ini kedua lembaga pendidikan SLTA Negeri dikabupaten Tanah Bumbu tersebut justru memungut iuran dari para siswanya secara rutin setiap bulan, diduga tendensius bisnis.

Saat di konfirmasi kepada Kadisdik Pemprov Kalsel, Yusuf Effendi, mendapatkan jawaban, “ Bahwa Kadis belum mendapat laporan terkait pungutan iuran sekolah tersebut, Kadisdik Pemprov Kalsel juga menyarankan agar penggalangan dana yang dilakukan kedua lembaga SLTA Negeri tersebut jangan dilakukan rutin dan tidak menentukan besaran nominalnya”.

Orang tua siswa pun mempertanyakan tentang penarikan iuran tersebut secara rutin setiap bulan, karena dana tersebut rentan di salah gunakan. Memang di internal SMKN 2 Simpang Empat tahun 2022 mengalami pemotongan dana BOS sebesar 30%.
Dengan kondisi covid-19 seperti ini akhirnya Komite Sekolah pun berusaha menggalang dana dari para siswa guna menutupi honor dari jumlah puluhan orang pegawai honorer serta untuk   mendukung kelancaran belajar mengajar di SMKN 2 Simpang Empat.

Walaupun Ribut Giyono, S.Pd MM sudah purna tugas dari Jabatan Kasek SMKN 2 Simpang Empat Sangat disayangkan mulai awal Ribut Giyono dengan susah payah membesarkan nama SMKN 2 Simpang Empat hingga lembaga Pendidikan ini dikenal oleh publik akhirnya menjadi sorotan.

Berbeda dengan SMAN 1 Simpang Empat yang tidak mengalami pemotongan dana BOS ditahun 2022 ini, akan tetapi Komite SMAN 1 Simpang Empat justru melakukan pungutan dari siswa yang besaran nominalnya mencapai ratusan ribu dari setiap siswa perbulan.

Sehingga publik pun bertanya  tentang tupoksi pengawas SLTA dari Disdik Provinsi Kalsel yang bertugas mengawasi SLTA di wilayah di kabupaten Tanah Bumbu. Oknum pengawas tersebut disinyalir kinerjanya masih belum maksimal.(Halion)

By Wira