• Sab. Jul 20th, 2024

Terkait dugaan Narkoba
Kejari Jakarta Barat Menerima Tahap ll Irjen Pol Teddy Minahasa.

ByWira

Jan 12, 2023
Foto ; Kajari Jakarta Barat, Dr.Iwan Ginting SH MH, Kasi Pidum Sunarto SH MH, Kasi Intelijen Lingga Nuarie SH MH, Kasi BB, Kasubagbin. Dari Kejati DKI Jakarta, Kasi Narkotika, Listyo Hadi Wicaksono SH MH dan Kasipenkum, Ade Sopiansah SH MH,

Jakarta, mediakota-online.com
Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat menerima tersangka dugaan peredaran narkoba Irjen Polisi Teddy Minahasa. pelimpahan ke tahap 2 ( dua)/ P-21. Berkas perkara dan tersangka kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan mantan Kapolda Sumatera Barat. Pada Rabu. 11/1/2023. Dini hari.

Selain Irjen Teddy Minahasa ada Enam orang tersangka lain yang dilimpahkan yakni, AKBP Doddy Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto Situmorang, Linda Pujiastuti, Muhammad Nasir, dan Syamsul Maarif.

“Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Dr. Iwan Ginting SH MH kepada wartawan menyampaikan, “bahwa pelaksanaan  berkas perkara tahap dua  telah lengkap, artinya setelah memenuhi syarat formil dan materiil

Dia menambahkan, Kajari Jakarta Barat, berkas segera surat dakwaan untuk kemudian dilakukan pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, untuk segera di proses persidangan.

Seraya menambahkan Teddy Minahasa dan tersangka lainnya  akan ditahan di Rutan Salemba cabang Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan. Sedangkan tersangka lainnya ditahannya di Rutan Salemba cabang Polres Metro Jakarta Barat.

Sedangkan untuk barang bukti menurut Kajari Jakarta Barat Iwan telah menerima beberapa pelimpahan barang bukti.

Adapun barang bukti yang disita yakni sisa laboratorium dari tangan tersangka, AKBP Dody Prawiranegara seberat 9,8201 gram dan 9,8201 gram  Linda Pujiastuti yakni seberat 5,1549 gram. Yang dilansir dari harian terbit.com

Selain itu barang bukti dari Kompol Kasranto yakni sisa Laboratorium kristal Metamfetamin seberat 9,2534 gram, 9,9284 gram, dan 9,1846 gram.

Terakhir barang bukti tersangka Muhammad Yasir yakni sisa laboratorium kristal Metamfetamin seberat 1,7263 gram dan 0,3465 gram.

Dalam kurun waktu 20 hari ke depan, Jaksa akan berusaha melengkapi berkas perkara hingga akhirnya dapat dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menyatakan Irjen Pol Teddy Minahasa diduga telah memerintahkan anak buahnya untuk menyisihkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dari hasil pengungkapan kasus untuk diedarkan.

Polres Bukit Tinggi awalnya hendak memusnahkan 40 kilogram sabu, namun Irjen Pol Teddy Minahasa diduga memerintahkan untuk menukar sabu sebanyak lima kilogram dengan tawas.

Meski demikian, penggelapan barang bukti narkoba tersebut akhirnya terbongkar dengan rangkaian pengungkapan kasus narkotika oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya.

Sebanyak 1,7 kilogram sabu telah berhasil diedarkan sedangkan 3,3 kilogram sisanya berhasil disita oleh petugas.

Adapun pasal yang disangkakan kepada Teddy yakni Pasal 114 Ayat 3 sub Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara (Ed/HR Terbit).

By Wira