• Sab. Jul 20th, 2024


Jakarta – mediakota-online.com
Seorang petugas Imigrasi ditusuk WN Uzbekistan dalam penyerangan di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara. Akibat kejadian tersebut, satu petugas Imigrasi tewas serta dua orang petugas Imigrasi dan dua anggota Densus 88 terluka.
Kini, pelaku penyerangan sudah ditahan polisi. Lalu, bagaimana awal terjadinya peristiwa tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Awal Mula Petugas Imigrasi Ditusuk WN Uzbekistan
Diketahui, Densus 88 Antiteror Polri menangkap empat WN Uzbekistan karena melakukan propaganda terorisme di media sosial. Keempat WN tersebut adalah BA alias JF (32), OMM alias IM (28), BKA (40), dan MR (26).

Dalam pengungkapan kasus tersebut, Densus 88 Antiteror bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara. Kemudian, WNA yang ditempatkan di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara melakukan penyerangan kepada petugas Imigrasi dan anggota Densus yang sedang bertugas.

“WNA ditempatkan di ruang detensi tersebut melakukan penyerangan terhadap petugas Imigrasi dan anggota Densus yang bertugas di kantor tersebut,” ujar juru bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar, di Mabes Polri, Selasa (11/4/2023).

Aswin mengatakan WN Uzbekistan tersebut menyerang petugas untuk melarikan diri dari Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara. Dia mengatakan tiga WN Uzbekistan sempat kabur, sementara satu orang lainnya tidak.

“Dalam upayanya untuk melarikan diri atau untuk menyerang kemudian dalam rangka melarikan diri,” ujarnya.

1 WN Uzbekistan Lompat ke Kali
Tiga WN Uzbekistan yang melakukan penyerangan di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara sempat melarikan diri. Kini, dua di antaranya yang berinisial OMM alias IM dan MIR alias MT ditangkap, sedangkan satu orang lainnya berinisial BA alias JF meninggal bunuh diri.

“Tiga orang di antaranya berhasil melarikan diri dan satunya tetap atau tidak mau lari,” ucap juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar, Selasa (11/4/2023).

“Satu orang ditemukan meninggal dunia di Kali Sunter, meninggal karena terjun ke kali kemudian tenggelam dan meninggal dunia. Mayatnya sudah dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk diautopsi,” imbuhnya.

Akibat penyerangan tersebut, seorang petugas imigrasi yang ditusuk bernama Adi Widodo meninggal dunia. Sementara itu, dua petugas Imigrasi dan dua anggota Densus 88 yang terluka dirawat di rumah sakit.

Polisi mengamankan satu pisau yang digunakan pelaku untuk menyerang petugas. Juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan WNA itu ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk proses lebih lanjut.

“Dari peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dari petugas Imigrasi atas nama Bapak Adi Widodo meninggal dunia,” katanya.

“Dari rangkaian ini penyidik menyita satu bilah pisau yang digunakan untuk menyerang petugas lalu melakukan visum pada para korban. Sebagai tindak lanjut para tersangka ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan,” sambung Aswin.

Polisi Lakukan Olah TKP
Setelah penyerangan tersebut, polisi melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Ternyata, para WNA tersebut membobol plafon atap kantor imigrasi.

“Kita kemudian langsung melakukan investigasi dan melakukan pengejaran dan menemukan bahwa mereka membobol atap plafon kantor Imigrasi,” ucap juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar, Selasa (11/4/2023).

Setelah keluar melalui atap, WNA tersebut langsung menyerang petugas yang sedang makan sahur. Pelaku menyerang dengan menggunakan pisau yang didapat dari dapur.

“Kemudian (pelaku) mendatangi atau menyerang petugas yang sedang makan sahur dan sebagian sedang mempersiapkan salat Subuh,” sebutnya.

Alasan WN Uzbekistan Hendak Kabur
Juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengungkap alasan WN Uzbekistan hendak kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara. Mereka mencoba kabur karena takut dideportasi.

“Jadi diketahui atau ditemukan fakta bahwa rencana mereka melarikan diri mulai muncul setelah mereka dikunjungi petugas konsulat Kedubes Uzbekistan di Jakarta,” ujar Aswin kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (11/4/2023).

Para pelaku mencoba kabur karena tidak ingin dideportasi ke negara asalnya. Mereka takut menghadapi ancaman hukuman yang lebih berat di negaranya.

“Mereka tidak ingin dideportasi negara asalnya karena akan menghadapi ancaman hukuman yang lebih berat di negaranya,” kata dia.

Aswin menegaskan para pelaku akan dihukum di Indonesia. Hal itu dikarenakan karena adanya korban dari Indonesia.

“Pasti (dihukum) di Indonesia, kita akan melakukan tindakan yang kita pandang perlu dan kita pandang adil untuk kepentingan warga negara Indonesia yang sudah jadi korban dari tindakan mereka ini,” tuturnya. [Benn]

By Wira