• Sen. Jun 17th, 2024

PN Jakbar gelar Sosialisasi Sidang Online telah 100 persen Terapkan peradilan elektronik.

ByWira

Jun 6, 2024

Jakarta – mediakota-online.com

Pengadilan Negeri Jakarta Barat gelar Sosialisasi persidangan berbasis electronik telah 100 persen menerapkan peradilan elektronik, baik untuk perkara terkait persidangan hukum perdata maupun sidang pidana yang dilakukan dengan secara langsung sidang online secara virtual dengan melalui Video Counfrent.

 

“Untuk persidangan perdata sudah 100 persen di sini, yang sidang pidana 100 persen juga,” kata Ketua PN Jakbar, Dahlan saat ditemu diruang kerjanya, usai sosialisasi peradilan elektronik dengan penegak hukum lainnya di Jakarta, pada Selasa (4-6-2024). Tampak hadir beberapa penegak hukum antara lain, Kajari Jakbar, Kepolisian serta Kalapas dan anggota advokat.

 

Ia menjelaskan diruang kerjanya pada awak media” lingkup peradilan elektronik meliputi proses pendaftaran, administrasi pembayaran, pemanggilan dan persidangan yang dilakukan melalui saluran elektronik, ujarnya.

 

Dahlan menambahkan,” bahwa penerapan 100 persen peradilan elektronik di PN Jakbar sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) nomor 8 tahun 2022 tentang administrasi dan persidangan perkara pidana di pengadilan secara elektronik.

 

“Sejatinya bahwa Perma cetak biru bahwa Mahkamah Agung itu harus sebagai peradilan yang agung, itu sudah disebutkan dalam PERMA nomor 8 tahun 2022,”kata Dahlan

 

Lebih lanjut, Dahlan mengklaim bahwa penerapan peradilan elektronik tersebut juga berdasarkan tujuan praktisi untuk mencegah interaksi antara aparat peradilan dengan pihak yang berperkara yang dapat bermuara pada tindakan yang melanggar hukum, imbuhnya.

 

“Sebetulnya ini juga untuk mencegah adanya interaksi antara semua aparat peradilan dengan semua pihak yang berperkara, di samping untuk mewujudkan peradilan yang agung tadi, lewat peradilan elektronik. Jadi, mewujudkan lingkungan peradilan yang bebas korupsi ,” kata Dahlan.

 

Dahlan melanjutkan bahwa peradilan elektronik mulai diterapkan sejak masa pandemi Covid-19, namun peradilan elektronik tetap diteruskan hingga sekarang lantaran dimulai efektif.

 

“Waktu itu covid, dimulai peradilan elektronik itu, insidental. Ketika itu dimulai, Mahkamah Agung tak akan mundur lagi karena ada parameternya peradilan yang berbasis elektronik ini ternyata efektif. Jadi, semua pengadilan di Indonesia sudah melakukan monitoring dan evaluasi tentang persidangan elektronik ,” ungkap Dahlan.

 

Lebih jauh, kata Dahlan, beberapa tahapan peradilan masih dilakukan secara terbuka untuk memastikan keabsahan dokumen dan lainnya.

 

“Ketika pemanggilan pihak dilakukan di sini (PN) untuk menentukan pihak yang berperkara lengkap. Setelah pihaknya lengkap, baru diberikan akun masing-masing untuk ikut, setelah itu jawab-menjawab melalui daring saja, mereka unggah jawaban berikut bukti-buktinya, terus untuk fotokopi dokumen yang ada materai aslinya ,” pungkas Dahlan.(Eddy).

By Wira