
Jakarta – mediakota-online.com
Pelajar Islam Indonesia atau yang biasa dikenal sebagai PII, merupakan salah satu organisasi tertua yang berkomitmen terhadap gerakan-gerakan berbasis kemaslahatan umat. Setengah abad lebih Pelajar Islam Indonesia (PII) banyak berkiprah dalam menyiapkan kader masa depan yang berkeadaban, tentu hal ini sebagai wujud komitmen PII dalam mencapai izzul islam wal muslimin.
Sebagai organisasi islam, momentum ramadhan merupakan peluang yang sangat terbuka lebar dalam mengemakan syiar dakwah islam melalui gerakan berbasis keberpihakan. Alhamdulillah Pelajar Islam Indonesia dalam momentum bulan yang penuh berkah ini berkesempatan untuk bisa melakukan bakti sosial (bansos) sebagai wujud keberpihakan terhadap kaum mustad’afin (marjinal). Kurang lebih 1.500 (seribu lima ratus) paket didistribusikan keseluruh wilayah di Indonesia melalui wilayah-wilayah yang tergabung dalam PII.
Namun, sangat disayangkan ada beberapa oknum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) yang mencoba melakukan penggelaapan terhadap pendistribusian ini, sehingga beberapa wilayah kurang maksimal terhadap menerimaan pendustribusian paket tersebut.
Menurut informasi, usaha penggelapan terhadap paket tersebut terjadi pada senin, 8 maret malam sekitar pukul 23.00 ba’da taraweh. Sekretaris Jenderal PB PII membenarkan akan hal itu pada keesokan harinya.
Menurut Pjs Komandan Koordinator Pusat (korpus) Brigade, “Paket ini adalah jaringan Sekjend PB PII, jaringan Sulawesi Selatan”.
“Tentu hal ini tidak selaras dengan tujuan pendistribusian dan penerimaan paket bansos yang seharusnya diterima oleh seluruh wilayah PII se- Indonesia, bukan hanya jaringan sulawesi selatan, pungkas Reyzan Sulaeman selaku kader PII.”
“Pernyataan ini yang seharusnya tidak pantas dikeluarkan oleh seorang Pjs komandan brigader PII” Ujar Fadli Zoeltan Akbar yang juga aktivis pelajar islam. [Lala]
