• Ming. Mei 3rd, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Abdul Rahim Dorong Kampanye Anti-Bullying di Sekolah Tanah Bumbu: Ciptakan Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Inklusif

ByWira

Nov 7, 2025

Tanah Bumbu, Mediakota-online.com

Anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Abdul Rahim, menyerukan pentingnya gerakan bersama untuk memerangi praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Ia menilai fenomena bullying yang marak terjadi belakangan ini sudah sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak, terutama dunia pendidikan.

Menurut Abdul Rahim, tindakan bullying tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi korban. “Banyak kasus perundungan terjadi di sekolah, mulai dari ejekan verbal hingga tindakan fisik yang memberikan dampak buruk bagi perkembangan psikologis siswa,” ujar politisi PDI Perjuangan yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Tanah Bumbu, saat ditemui awak media di ruang Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Rabu (6/11/2025).

 

Melihat kondisi tersebut, Abdul Rahim mendorong agar di setiap jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, SMK hingga pesantren — dilakukan kampanye anti-bullying secara masif dan berkelanjutan. Kampanye ini, katanya, harus dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, di mana guru, siswa, serta mahasiswa berperan aktif sebagai agen perubahan.

 

“Tujuannya sederhana namun sangat penting: menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tegasnya.

 

Ia menjelaskan, kampanye anti-bullying tidak hanya berfokus pada sosialisasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa setiap siswa memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai di sekolah. Berdasarkan evaluasi awal dari beberapa kegiatan serupa yang telah dilakukan, terlihat adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap bentuk-bentuk perundungan serta dampaknya bagi korban.

 

Lebih lanjut, Abdul Rahim juga mendorong mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai perguruan tinggi untuk ikut melanjutkan kampanye ini, baik melalui kegiatan langsung di sekolah maupun lewat media sosial.

 

“Mahasiswa bisa menjadi jembatan perubahan. Melalui platform seperti Instagram dan TikTok, mereka dapat membuat konten edukatif, video pendek, atau poster digital tentang bahaya bullying. Dengan begitu, pesan moral ini menjangkau lebih luas, terutama kalangan remaja pengguna aktif media sosial,” jelasnya.

 

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan akan menjadi langkah konkret dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkarakter. Siswa tidak hanya diberi pemahaman tentang bahaya perundungan, tetapi juga diajak untuk menumbuhkan nilai empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari.

 

Abdul Rahim berharap, gerakan kampanye ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Tanah Bumbu untuk turut berperan serta menciptakan ruang belajar yang positif dan ramah anak.

 

“Kita ingin sekolah menjadi tempat tumbuhnya generasi cerdas yang berakhlak mulia, bukan tempat munculnya rasa takut. Karena menghentikan bullying bukan hanya tugas sekolah, tapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

 

Dengan dukungan DPRD, pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta masyarakat, diharapkan kampanye anti-bullying di Tanah Bumbu dapat menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan — demi terciptanya generasi muda yang kuat, berempati, dan siap menjadi pelopor perubahan positif di masa depan.” (Hallion)

By Wira