Jakarta – mediakota-online.com
Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, terpantau belum menunjukkan peningkatan signifikan. Sejumlah pedagang mengeluhkan lemahnya daya beli masyarakat yang berdampak langsung pada penurunan omzet penjualan.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kondisi pasar masih relatif sepi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Padahal, Ramadan biasanya menjadi momentum bagi para pedagang untuk meraih lonjakan pendapatan, khususnya dari sektor busana muslim, perlengkapan ibadah, dan kebutuhan sandang lainnya.
Salah satu pedagang mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan pembeli secara berarti. “Biasanya dua sampai tiga minggu sebelum Ramadan sudah mulai ramai. Tapi sekarang masih sepi, omzet belum ada peningkatan. Daya beli masyarakat terasa sekali menurun,” ujarnya.
Selain faktor melemahnya daya beli, para pedagang juga menyoroti ketatnya persaingan dengan produk impor berharga murah yang membanjiri pasar. Kondisi ini membuat produk lokal sulit bersaing, baik dari segi harga maupun variasi model.
“Barang-barang impor harganya lebih murah, sehingga konsumen banyak beralih ke sana. Sementara kami yang menjual produk lokal kesulitan menyesuaikan harga karena biaya produksi cukup tinggi,” tambah pedagang lainnya.
Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Tanah Abang berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk membantu memulihkan kondisi ekonomi pasar. Mereka menginginkan kebijakan yang berpihak pada produk lokal, pengawasan terhadap barang impor, serta dukungan permodalan dan stimulus ekonomi agar UMKM dapat kembali bangkit dan bergairah.
Pengamat ekonomi menilai, situasi ini menjadi sinyal perlunya penguatan kebijakan perlindungan industri dalam negeri dan peningkatan daya beli masyarakat melalui program-program strategis.
Dengan Ramadan yang tinggal menghitung hari, para pedagang berharap terjadi perbaikan kondisi dalam waktu dekat agar roda perekonomian di Pasar Tanah Abang kembali berputar dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha maupun masyarakat luas.
[Rano]
