Jakarta, – mediakota-online.com
Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta menyelenggarakan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) yang dirangkaikan dengan pelepasan 144 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) lulusan SMK sektor formal dan informal di Kantor BP3MI DKI Jakarta, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program SMK Go Global dan Gerakan Nasional Migran Aman (GNMA) sebagai upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing global, serta siap bekerja melalui jalur penempatan yang aman dan prosedural.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BP3MI DKI Jakarta, Kombes Pol. Arman Muis, beserta jajaran BP3MI DKI Jakarta. Sebanyak 144 Calon Pekerja Migran Indonesia dari 48 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) mengikuti orientasi sebelum diberangkatkan ke berbagai negara tujuan, di antaranya Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Turki, dan Rusia.
Dalam sambutannya, Arman Muis menegaskan bahwa Program SMK Go Global merupakan langkah strategis pemerintah dalam menghubungkan lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja internasional melalui penempatan yang aman dan terlindungi.
“Program SMK Go Global merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjembatani lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja global melalui penempatan Pekerja Migran Indonesia yang prosedural dan terlindungi. BP3MI DKI Jakarta berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program ini melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga. Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi para Pekerja Migran Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, desa, dan Indonesia secara keseluruhan. Jadilah Pekerja Migran Indonesia yang terus belajar, meningkatkan pendidikan, menyerap alih teknologi di negara penempatan, dan membawa manfaat ketika kembali ke Tanah Air,” ujarnya.
Program SMK Go Global dirancang untuk menghasilkan lulusan pendidikan vokasi yang memiliki kompetensi dan sertifikasi berstandar internasional, memperluas akses penempatan kerja secara prosedural, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di pasar kerja global.
Sebagai simbol pelepasan, Kepala BP3MI DKI Jakarta mengalungkan bunga dan menyerahkan buku saku literasi keuangan kepada tiga perwakilan Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan diberangkatkan ke Hong Kong, Rusia, dan Taiwan pada 27 dan 29 Juli 2026. Prosesi tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah agar para calon pekerja migran mampu bekerja secara profesional, menjunjung tinggi nama baik Indonesia, serta memanfaatkan pengalaman kerja di luar negeri untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan.
Melalui kegiatan Orientasi Pra Pemberangkatan ini, BP3MI DKI Jakarta berharap seluruh Calon Pekerja Migran Indonesia memiliki kesiapan mental, pengetahuan, serta pemahaman mengenai hak dan kewajiban, budaya kerja, serta kehidupan di negara tujuan. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu bekerja secara profesional, terlindungi, berdaya saing, serta menjadi duta bangsa yang membanggakan Indonesia di kancah internasional.
(Wira)
