• Sen. Sep 21st, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Dari kanvas ke sejarah : Prof H FIRMANSYAH SE SH MM PHD Apresiasi pelukis jakarta

ByPimred

Sep 21, 2026

JAKARTA — MEDIA KOTA

Sebuah lukisan dapat menjadi lebih dari sekadar karya visual. Di dalamnya dapat tersimpan gagasan, karakter, ekspresi hingga gambaran mengenai suatu masa.

Pandangan tersebut disampaikan Prof. H. Firmansyah, S.E., S.H., M.M., Ph.D., ketika mengunjungi galeri lukisan di Jakarta dan menyaksikan langsung karya seorang pelukis asal ibu kota.

Firmansyah mengaku tertarik melihat bagaimana seorang seniman menerjemahkan objek dan figur ke dalam bahasa visual melalui kanvas.

Menurutnya, kekuatan sebuah karya seni tidak hanya terletak pada teknik menggambar, tetapi juga pada kemampuan seniman membangun karakter dan pesan melalui karya tersebut.

“Lukisan adalah salah satu cara manusia menyampaikan gagasan. Ada cerita dan pemikiran yang dituangkan melalui setiap goresan,” ungkap Firmansyah.

Sosok Prabowo dalam Sapuan Hitam Putih

Salah satu karya yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah lukisan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Karya itu menampilkan sosok Prabowo dalam format separuh badan dengan dominasi warna hitam dan putih.

Nuansa monokrom membuat lukisan tersebut memiliki kesan klasik sekaligus kuat. Kontras warna memberikan penekanan terhadap ekspresi dan karakter figur yang ditampilkan.

Firmansyah mengapresiasi keberanian sang pelukis dalam menghadirkan figur publik melalui pendekatan artistik yang berbeda.

Menurutnya, seniman memiliki kebebasan untuk memilih teknik, komposisi, warna dan perspektif sesuai dengan karakter karya yang ingin dibangun.

Seni sebagai Warisan Generasi

Lebih jauh, Firmansyah menilai karya para pelukis Indonesia dapat menjadi bagian dari warisan budaya bangsa.

Sebuah karya yang lahir pada hari ini dapat menjadi catatan bagi masyarakat di masa mendatang mengenai bagaimana suatu zaman melihat tokoh, peristiwa dan lingkungan sosialnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap perkembangan seni dan para pelakunya.

“Jangan sampai kita hanya melihat hasil akhirnya. Kita juga harus menghargai proses dan perjuangan senimannya,” kata Firmansyah.

Ia berharap galeri seni dan ruang-ruang kreativitas terus berkembang, khususnya di kota-kota besar dan daerah.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak seharusnya membuat karya seni konvensional kehilangan tempat. Justru, seni lukis dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan digital dan menjadi salah satu bentuk ekspresi budaya yang tetap relevan.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap para pelaku seni agar terus berkarya dan memperkenalkan kekayaan kreativitas Indonesia kepada masyarakat luas.

[Irfan]

By Pimred