• Jum. Okt 2nd, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

BP3MI DKI Jakarta Perkuat Edukasi Migrasi Aman, 250 Peserta Dibekali Kesiapan Kerja Global

ByPimred

Okt 1, 2026

JAKARTA – MEDIA KOTA

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta terus memperkuat edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya migrasi aman dan prosedural sebagai bagian dari persiapan memasuki pasar kerja internasional.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Perlindungan dan Migrasi Aman dalam rangka Mendukung SMK Go Global yang digelar di GOR Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), tersebut diikuti sekitar 250 peserta.

Kegiatan menjadi ruang edukasi bagi peserta untuk memperoleh informasi mengenai peluang kerja di luar negeri sekaligus memahami berbagai persiapan yang harus dilakukan sebelum menjadi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BP3MI DKI Jakarta, Arman Muis, yang sekaligus menjadi narasumber. Dalam paparannya, Arman menekankan bahwa keinginan bekerja di luar negeri harus diiringi persiapan yang matang, mulai dari peningkatan kompetensi, keterampilan, kemampuan bahasa, hingga kelengkapan dokumen.

“Sebelum menjadi Pekerja Migran Indonesia, persiapan harus dilakukan secara matang, baik dari sisi kompetensi dan keterampilan maupun kelengkapan dokumen. Peserta juga perlu memahami bahwa bekerja ke luar negeri harus melalui jalur resmi agar dapat memperoleh perlindungan pada setiap tahapan migrasi,” ujar Arman.

Menurut Arman, menjadi pekerja migran tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis. Para calon pekerja juga harus memahami proses penempatan, persyaratan administrasi, karakteristik pekerjaan, serta kondisi dan kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan.

Pemahaman tersebut dinilai penting agar calon PMI mampu menentukan pilihan secara tepat dan tidak mudah tergiur oleh informasi atau tawaran kerja yang tidak jelas.

Dorong Kompetensi Sesuai Kebutuhan Pasar Global

Dalam kesempatan yang sama, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai Program SMK Go Global, yang menjadi salah satu program pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi calon pekerja migran agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Arman menjelaskan, SMK Go Global tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga mendorong penguatan kemampuan bahasa, pengetahuan, wawasan, serta kompetensi lain yang dibutuhkan di negara tujuan.

“SMK Go Global diarahkan untuk menghubungkan peningkatan kompetensi dengan peluang dan kebutuhan kerja internasional. Karena itu, peningkatan kapasitas tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan bahasa, pengetahuan, dan kompetensi yang dibutuhkan di negara tujuan,” jelasnya.

Menurutnya, semakin baik kompetensi yang dimiliki calon pekerja, semakin besar pula kesiapan mereka dalam menghadapi persaingan pasar kerja global. Karena itu, proses pembekalan sejak bangku pendidikan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang siap bekerja secara profesional di luar negeri.

Edukasi Jadi Langkah Pencegahan Migrasi Nonprosedural

Selain memberikan informasi mengenai peluang kerja, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pencegahan penempatan PMI secara nonprosedural.

Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih jalur penempatan resmi serta memastikan informasi mengenai lowongan pekerjaan, perusahaan penempatan, dokumen, dan negara tujuan dapat dipertanggungjawabkan.

BP3MI DKI Jakarta juga mendorong masyarakat agar tidak mudah menerima tawaran kerja ke luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi tanpa prosedur yang jelas. Pemahaman mengenai tahapan migrasi dan perlindungan pekerja migran diharapkan dapat meminimalkan risiko yang mungkin dihadapi calon PMI.

Melalui edukasi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengetahui adanya peluang kerja di luar negeri, tetapi juga memahami hak, kewajiban, prosedur, serta berbagai aspek perlindungan yang harus diperhatikan sejak tahap persiapan hingga bekerja di negara tujuan.

BP3MI DKI Jakarta menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan edukasi migrasi aman merupakan dua hal yang saling berkaitan. Calon PMI yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar global sekaligus memahami prosedur penempatan akan memiliki bekal yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja internasional.

Kegiatan Edukasi Perlindungan dan Migrasi Aman tersebut sekaligus memperkuat komitmen BP3MI DKI Jakarta dalam memperluas akses informasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan siswa SMK, mengenai peluang kerja luar negeri yang aman, legal, dan sesuai ketentuan.

Dengan adanya Program SMK Go Global, diharapkan semakin banyak lulusan SMK yang mampu meningkatkan kompetensinya, memahami kebutuhan pasar kerja internasional, serta memanfaatkan peluang bekerja di luar negeri melalui jalur yang resmi dan mendapatkan pelindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Humas BP3MI DKI JAKARTA

 

[Wira]

By Pimred