• Kam. Nov 5th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

BP3MI DKI Jakarta Gandeng LPK Sinar Karya Sukses, Siapkan Lulusan SMK Bersaing di Pasar Kerja Taiwan melalui Pelatihan Mandarin

ByPimred

Nov 4, 2026

JAKARTA – MEDIA KOTA

Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar mampu menembus pasar kerja internasional terus diperkuat. Kali ini, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sinar Karya Sukses menggelar pembukaan dan sosialisasi pembekalan peningkatan kapasitas Program SMK Go Global, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di LPK Sinar Karya Sukses tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya melalui pembelajaran Bahasa Mandarin sebagai salah satu keterampilan penting untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja luar negeri, terutama negara tujuan yang menggunakan bahasa tersebut.

Program SMK Go Global merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam membuka akses kesempatan kerja internasional bagi lulusan SMK. Melalui program ini, para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berbahasa, pemahaman budaya kerja, serta pengetahuan mengenai prosedur penempatan dan pelindungan pekerja migran.

Dewan Pembina Yayasan Sinar Karya Sukses, Wempy Kuncoro, dalam sambutannya menyampaikan komitmen lembaganya untuk memberikan pembekalan secara menyeluruh kepada peserta, baik dari aspek keterampilan maupun kesiapan mental sebelum memasuki dunia kerja internasional.

Menurutnya, keberhasilan program peningkatan kapasitas tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak, termasuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), agar para lulusan pelatihan memiliki akses terhadap peluang kerja yang sesuai.

Ia berharap, melalui kolaborasi yang dibangun, para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dapat memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

“LPK Sinar Karya Sukses berkomitmen memberikan pembekalan, baik dari segi keterampilan maupun mental, kepada seluruh peserta. Kami juga akan terus bersinergi dengan P3MI agar para lulusan pelatihan dapat segera ditempatkan bekerja di luar negeri dalam kurun waktu enam bulan ke depan,” ujar Wempy.

Sementara itu, Kepala BP3MI DKI Jakarta, Arman Muis, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa peningkatan kemampuan bahasa asing menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja global.

Menurut Arman, penguasaan Bahasa Mandarin diharapkan dapat menjadi modal tambahan bagi para peserta untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh pemberi kerja di negara tujuan.

Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

“Melalui Program SMK Go Global, kami berupaya meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia agar memiliki keterampilan dan kemampuan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan negara penempatan. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh semangat. Manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan diri sebagai bekal sebelum bekerja di luar negeri,” ungkap Arman.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan paket perlengkapan pelatihan atau seminar kit secara simbolis kepada perwakilan peserta.

**Peserta Dibekali Pemahaman Prosedur dan Pelindungan PMI**

Tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan Bahasa Mandarin, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai mekanisme penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Materi tersebut disampaikan oleh Arie Aprilian Ramadhan, Pengantar Kerja Ahli Pertama Direktorat Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Perseorangan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Dalam pemaparannya, Arie menjelaskan berbagai aspek penting yang harus dipahami calon pekerja migran sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri. Materi mencakup edukasi pra-penempatan, mekanisme pendaftaran PMI, persyaratan umum, dokumen yang wajib dipersiapkan, hingga struktur biaya penempatan.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai komponen biaya pelatihan dan sertifikasi kompetensi Bahasa Mandarin agar memiliki gambaran yang jelas terkait tahapan persiapan sebelum bekerja di luar negeri.

Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pekerja Migran Indonesia sebagai salah satu alternatif pembiayaan resmi yang difasilitasi pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan calon PMI dalam mempersiapkan keberangkatan.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan gambaran mengenai perkembangan penempatan PMI sepanjang 2026. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan, tercatat sebanyak 310.514 pekerja migran telah diberangkatkan ke 111 negara tujuan.

Lima negara dengan jumlah penempatan tertinggi yakni Taiwan sebanyak 89.791 orang, Hong Kong 70.773 orang, Malaysia 70.564 orang, Jepang 25.830 orang, dan Singapura sebanyak 14.715 orang.

Data tersebut menunjukkan besarnya peluang kerja di luar negeri sekaligus menjadi gambaran penting bagi calon pekerja migran untuk mempersiapkan kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan.

**Bangun Kesiapan Peserta melalui Edukasi Interaktif**

Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, kegiatan juga diisi dengan hiburan dan kuis interaktif seputar pengenalan kosakata serta istilah dasar Bahasa Mandarin.

Melalui sesi tersebut, peserta diajak mengenal bahasa yang nantinya akan dipelajari selama program pelatihan sekaligus mengukur pengetahuan awal mereka.

Antusiasme peserta semakin terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah pertanyaan disampaikan terkait mekanisme penempatan, biaya, perjanjian kerja, hingga hak dan kewajiban pekerja migran selama berada di negara tujuan.

Beberapa isu penting turut mendapatkan penjelasan, di antaranya mengenai klarifikasi isu potongan China Trust yang ditegaskan tidak ada dan tidak berlaku di lingkungan KP2MI.

Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai prosedur perpanjangan Perjanjian Kerja (PK) secara langsung di negara penempatan tanpa harus kembali terlebih dahulu ke Indonesia, sesuai ketentuan yang berlaku.

Edukasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan calon PMI tidak hanya siap secara keterampilan, tetapi juga memahami aspek hukum, administrasi, serta pelindungan ketika bekerja di luar negeri.

Melalui kolaborasi BP3MI DKI Jakarta dan LPK Sinar Karya Sukses, Program SMK Go Global diharapkan mampu menjadi jembatan bagi lulusan SMK untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas di tingkat internasional.

Peningkatan kompetensi bahasa, keterampilan kerja, serta pemahaman mengenai prosedur penempatan yang aman dan legal menjadi bekal utama agar para calon pekerja migran dapat bekerja secara profesional, terlindungi, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Program ini sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pelatihan dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, berdaya saing global, serta siap memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.

Sumber : Humas/BP3MI DKI Jakarta

[Wira]

By Pimred