• Sen. Mei 4th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Rapat Timpora di Teluk Wondama Papua Barat: Persiapan Acara Akbar 100 Tahun Peradaban Orang Papua

ByWira

Sep 24, 2025

Teluk Wondama, Papua Barat – Rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Teluk Wondama diadakan untuk membahas persiapan acara akbar yang akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2025, yaitu peringatan 100 Tahun Peradaban Orang Papua.

Rapat ini berlangsung di [Lokasi] dan dipimpin oleh Raden Fitri Saptaji, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Papua Barat, yang hadir didampingi oleh Harun, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Manokwari. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh seluruh anggota Timpora Kabupaten Teluk Wondama.

Acara ini merupakan langkah awal yang penting untuk menyambut dan merayakan sejarah panjang peradaban masyarakat Papua, 5 sekaligus sebagai simbol perjalanan menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Teluk Wondama.

Tema besar yang diusung adalah “100 Tahun Peradaban Orang Papua,” sebuah refleksi atas perjalanan sejarah panjang masyarakat Papua dalam membangun kebudayaan dan peradaban yang kental dengan nilai-nilai lokal serta kontribusi terhadap kemajuan bangsa Indonesia.

Rapat Timpora: Kolaborasi Antara Instansi Pemerintah dan Pemangku Kepentingan Lokal
Rapat yang diadakan di Teluk Wondama ini menjadi forum strategis bagi koordinasi antara berbagai instansi pemerintah dan pemangku kepentingan lokal. Di antaranya adalah Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang terdiri dari berbagai perwakilan dari Kantor Imigrasi, Kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya.

Melalui rapat ini, mereka menyusun rencana untuk mengoptimalkan pengamanan dan pengawasan, mengingat acara 100 tahun Peradaban Orang Papua diprediksi akan melibatkan banyak pihak, baik dari dalam maupun luar negeri.

Raden Fitri Saptaji dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam mensukseskan acara tersebut. “Acara 100 Tahun Peradaban Orang Papua bukan hanya menjadi sebuah peringatan sejarah, tetapi juga ajang yang memperlihatkan kebudayaan yang kaya dan potensi besar Papua bagi kemajuan bangsa. Timpora memiliki peran krusial dalam memastikan acara ini berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Harun, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Manokwari, menambahkan bahwa tugas Timpora sangat penting untuk menjaga agar acara tersebut tidak terganggu oleh potensi ancaman dari pihak yang tidak bertanggung jawab. “Pengawasan terhadap orang asing yang berkunjung ke Papua sangat penting, terutama karena acara ini memiliki daya tarik internasional. Kita akan memastikan bahwa tidak ada pihak yang merusak makna positif dari peringatan ini,” ungkap Harun.

Persiapan Acara: Fokus Pada Keamanan dan Keterlibatan Komunitas Lokal
Persiapan acara 100 Tahun Peradaban Orang Papua telah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Acara yang akan diselenggarakan pada 24 Oktober 2025 di Teluk Wondama ini diharapkan menjadi momentum besar untuk mempromosikan kebudayaan Papua serta meningkatkan pemahaman publik mengenai sejarah peradaban orang Papua.

Timpora Kabupaten Teluk Wondama memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan acara tersebut berlangsung dengan aman, mengingat keterlibatan banyak pihak dari luar daerah dan luar negeri. Oleh karena itu, pengawasan terhadap keberadaan orang asing menjadi salah satu fokus utama dalam rapat kali ini. Selain itu, persiapan teknis dan logistik juga turut dibahas, termasuk pengaturan jalur transportasi, penginapan, dan persiapan tempat acara.

“Keamanan dan kelancaran acara menjadi prioritas utama. Namun, kita juga ingin memastikan bahwa masyarakat lokal Teluk Wondama dapat ikut terlibat aktif dalam perayaan ini. Sebagai bagian dari kebudayaan Papua, masyarakat setempat harus merasakan manfaat langsung dari acara ini,” kata Raden Fitri Saptaji.

Peran Timpora dalam Pengawasan Orang Asing di Papua
Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Papua Barat, terutama menjelang acara besar seperti 100 Tahun Peradaban Orang Papua. Keberadaan orang asing, baik yang datang untuk kegiatan wisata maupun kegiatan lainnya, harus selalu dalam pengawasan agar tidak menimbulkan masalah yang dapat merugikan masyarakat atau negara.

Timpora memiliki tugas untuk mengawasi, memeriksa, dan menindak orang asing yang masuk atau tinggal di Indonesia, terutama di wilayah Papua Barat. Dalam konteks acara peringatan 100 tahun ini, pengawasan terhadap orang asing akan difokuskan pada kedatangan wisatawan, peserta seminar, serta tamu undangan internasional yang akan hadir untuk merayakan momen bersejarah ini.

Dalam rapat tersebut, Harun juga menekankan bahwa koordinasi antar instansi sangat dibutuhkan untuk menyukseskan kegiatan ini. “Kita perlu memastikan bahwa semua orang yang hadir, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, mematuhi regulasi yang ada. Kami juga akan bekerja sama dengan aparat keamanan lokal untuk mengawasi perkembangan situasi dan memastikan bahwa tidak ada tindakan yang bisa mengganggu acara tersebut,” ujar Harun.

Acara 100 Tahun Peradaban Orang Papua: Sebuah Peringatan Sejarah
Peringatan 100 Tahun Peradaban Orang Papua bukan hanya sekadar acara perayaan, tetapi juga merupakan ajang untuk mengingatkan masyarakat tentang perjalanan panjang masyarakat Papua dalam membangun peradaban yang kaya dan beragam. Ini adalah kesempatan untuk mengenang perjuangan orang Papua dalam mempertahankan nilai-nilai budaya mereka sambil beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dalam acara tersebut, akan ada berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni dan budaya, seminar-seminar ilmiah yang membahas sejarah dan perkembangan Papua, hingga pameran yang menggambarkan perjalanan panjang masyarakat Papua. Tidak hanya itu, acara ini juga diharapkan dapat menjadi ajang pertukaran budaya antara Papua dan daerah lain di Indonesia, serta mempererat hubungan internasional dengan negara-negara sahabat.

Sebagai bagian dari persiapan, Timpora Kabupaten Teluk Wondama berkomitmen untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap masuknya orang asing. Hal ini akan dilakukan untuk memastikan bahwa acara berlangsung dengan aman dan sesuai dengan protokol keamanan yang berlaku. Selain itu, pihak Timpora juga akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat provinsi dan pusat untuk memastikan kelancaran acara tersebut.

Kesimpulan
Rapat Timpora yang diadakan di Teluk Wondama ini menegaskan komitmen berbagai pihak dalam menyukseskan acara besar 100 Tahun Peradaban Orang Papua pada 24 Oktober 2025. Dengan kehadiran Raden Fitri Saptaji dan Harun, serta anggota Timpora Kabupaten Teluk Wondama, diharapkan segala persiapan dapat berjalan dengan lancar. Acara ini diharapkan bukan hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga momen untuk memperkenalkan kebudayaan Papua ke dunia internasional.

Timpora Kabupaten Teluk Wondama, bersama dengan instansi terkait, akan bekerja keras untuk memastikan acara ini tidak hanya aman, tetapi juga sukses dan berdampak positif bagi masyarakat Papua dan Indonesia secara keseluruhan. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat, acara 100 Tahun Peradaban Orang Papua diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. [Law]

By Wira