Palembang – Media Kota
Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. melalui Kasubdit Sospol Ditintelkam Polda Sumatera Selatan AKBP Karminto, SH., MH., menaruh perhatian serius terhadap aktivitas pelajar SMK Negeri 2 Palembang. Ia meminta para siswa tidak berkeliaran setelah mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan memilih pulang ke rumah untuk belajar.
Karminto menyampaikan imbauan tersebut saat hadir di SMK Negeri 2 Palembang seusai pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).
Menurut Karminto, berdasarkan pantauan kepolisian, para pelajar telah mengikuti rangkaian upacara dengan baik. Setelah kegiatan selesai, polisi kemudian mengarahkan siswa agar segera kembali ke rumah masing-masing.
“Pantauan hari ini kita lihat anak-anak tadi mengikuti upacara. Setelah itu kita imbau untuk pulang ke rumah dan tidak ke mana-mana. Selalu belajar supaya bisa mengejar impian dan cita-citanya,” kata Karminto.
Bagi Karminto, pesan tersebut bukan sekadar imbauan keamanan. Ia ingin para pelajar menggunakan masa sekolah untuk membangun masa depan, mengembangkan kemampuan dan menghasilkan inovasi.
Ia juga mengingatkan agar siswa tidak terseret berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat mengganggu pendidikan dan masa depan mereka.
“Yang penting tidak terlibat kenakalan-kenakalan remaja. Mereka harus sekolah, belajar, mengejar cita-cita dan dipacu untuk menimbulkan inovasi-inovasi,” ujarnya.
Karminto mengatakan, kepolisian akan terus melakukan pendekatan kepada para pelajar. Kehadiran polisi di sekolah, menurut dia, tidak semata-mata berkaitan dengan pengamanan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap generasi muda.
“Mudah-mudahan nanti kita sering ke sini. Kita cinta anak-anak,” katanya.
Pernyataan Karminto menjadi penting di tengah perhatian terhadap potensi kenakalan remaja di kalangan pelajar Palembang. Ia tidak ingin para siswa menghabiskan waktu dengan aktivitas yang justru berujung pada persoalan hukum atau mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Karminto menekankan, pelajar seharusnya menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk menunjukkan prestasi. Sekolah, menurutnya, merupakan ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan dan mengejar cita-cita.
Kepolisian pun mendorong lingkungan sekolah dan keluarga untuk bersama-sama memberikan pengawasan serta pembinaan kepada para siswa.
Bagi Karminto, mencegah kenakalan remaja bukan hanya tugas polisi. Ada peran sekolah, orang tua dan lingkungan dalam memastikan para pelajar tetap berada di jalur pendidikan dan kegiatan positif.
“Yang kita harapkan anak-anak ini bisa mengejar cita-citanya. Jangan sampai masa depan mereka terganggu karena terlibat kenakalan remaja,” tegasnya.
Usai upacara HUT ke-81 RI, pesan Karminto pun jelas: para pelajar diminta pulang, belajar, berkarya dan mengejar masa depan—bukan mencari masalah di luar sekolah.
[Tamyid]
