• Rab. Sep 9th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

DWP Imigrasi Gorontalo dan PIMPASA Wujudkan Kepedulian Sosial Melalui Bakti Nyata di Desa Binaan Bone Bolango

ByPimred

Sep 9, 2026

BONE BOLANGO – Media Kota

Komitmen menghadirkan pelayanan publik yang humanis dan dekat dengan masyarakat terus diwujudkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo. Melalui sinergi Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), jajaran Imigrasi Gorontalo menggelar kegiatan bakti sosial di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah pesisir.

Kegiatan yang mengusung tema “Dharma Wanita Persatuan Hadir Untuk Sesama” tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara keluarga besar Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo dengan masyarakat desa binaan imigrasi.

Ketua DWP Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo, Ibu Natalie Josua, bersama jajaran pengurus DWP dan PIMPASA turun langsung menyapa warga serta menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan paket edukasi kepada masyarakat setempat.

“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, khususnya para ibu-ibu yang berada di wilayah pesisir. Kami juga ingin mengetahui secara langsung bagaimana kehidupan masyarakat nelayan dan apa saja kebutuhan mereka,” ujar Natalie Josua.

Desa Botubarani dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir dengan mayoritas masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan. Dalam kesempatan tersebut, DWP Imigrasi Gorontalo tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga menghadirkan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Edukasi tersebut diberikan untuk mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama. Dengan pemanfaatan teknologi digital, masyarakat diharapkan dapat memperluas akses pemasaran, meningkatkan nilai jual produk, serta memiliki alternatif penghasilan ketika kondisi laut tidak memungkinkan untuk melaut.

“Kami berharap masyarakat dapat terus berkembang dan mampu mengelola potensi yang ada, sehingga ketika menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil, mereka memiliki pilihan lain untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambah Natalie.

Suasana penuh keakraban terlihat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran DWP dan PIMPASA disambut hangat oleh masyarakat Desa Botubarani. Senyum dan antusiasme warga menjadi bukti bahwa keberadaan Imigrasi tidak hanya dirasakan dalam pelayanan keimigrasian, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat “Imigrasi Untuk Rakyat” yang terus digaungkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, sebagai upaya menghadirkan institusi imigrasi yang lebih dekat, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui program Desa Binaan Imigrasi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo terus berupaya membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat. Program tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan pemahaman terkait keimigrasian, tetapi juga mencakup berbagai aspek sosial, ekonomi, serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Peran PIMPASA sebagai garda terdepan di tingkat desa menjadi sangat strategis dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dengan institusi imigrasi. Dengan kehadiran PIMPASA, berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat dapat lebih cepat teridentifikasi dan ditindaklanjuti.

Sinergi antara DWP Imigrasi Gorontalo dan PIMPASA ini menjadi bukti bahwa tugas dan fungsi imigrasi memiliki dimensi yang lebih luas, bukan hanya sebagai institusi pelayanan administrasi keimigrasian, tetapi juga sebagai bagian dari elemen masyarakat yang peduli terhadap pembangunan sosial.

Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program positif. Desa Botubarani diharapkan menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara imigrasi dan masyarakat dalam membangun hubungan yang harmonis, mandiri, dan berkelanjutan.

[Phersi]

By Pimred