JAKARTA – MEDIA KOTA
Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta terus mendorong peningkatan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap Program Nasional SMK Go Global, yang kali ini diikuti sebanyak 182 peserta dalam kegiatan Pembukaan dan Info Sesi Pelatihan serta Sertifikasi Welder dan Bahasa Inggris di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Program pelatihan tersebut dirancang untuk mempersiapkan peserta dengan keterampilan teknis, kemampuan berbahasa Inggris, serta pemahaman mengenai mekanisme dan proses penempatan kerja ke luar negeri melalui jalur resmi.
Sebanyak 182 peserta akan mengikuti rangkaian pelatihan selama 38 hari. Pelatihan terdiri atas kompetensi Welder 3G dan 6G yang dilaksanakan di BDI Jakarta serta pelatihan Bahasa Inggris yang diselenggarakan di Universitas Binawan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala BDI Jakarta, Ali Khomaini. Ia menjelaskan bahwa seluruh peserta akan mengikuti pelatihan secara intensif selama 38 hari dengan materi utama pengelasan serta penguatan kemampuan Bahasa Inggris.
“Sebanyak 182 peserta hadir untuk mengikuti pelatihan selama 38 hari. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan mematuhi seluruh prosedur keselamatan kerja,” ujar Ali.
Menurutnya, peserta juga diharapkan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung yang telah disediakan selama mengikuti pelatihan, termasuk fasilitas kesehatan berupa poliklinik BDI Jakarta apabila dibutuhkan.
Arman Muis Ingatkan Pentingnya Jalur Penempatan Resmi
Sementara itu, Kepala BP3MI DKI Jakarta Arman Muis mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan mengikuti Program SMK Go Global untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja internasional.
Arman menegaskan bahwa peningkatan kompetensi harus dibarengi dengan pemahaman mengenai pentingnya proses penempatan pekerja migran melalui prosedur yang resmi dan sesuai ketentuan.
“Manfaatkan kesempatan melalui Program Nasional SMK Go Global ini dengan sebaik-baiknya. Selain meningkatkan keterampilan, pastikan proses penempatan dilakukan melalui jalur resmi,” tegas Arman.
Ia menjelaskan, negara memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelindungan kepada Pekerja Migran Indonesia sejak sebelum bekerja, selama bekerja di negara penempatan, hingga setelah kembali ke tanah air.
Arman juga meminta peserta tidak ragu menyampaikan keluhan apabila menghadapi persoalan selama proses pelatihan maupun penempatan. Peserta diingatkan untuk menggunakan saluran pengaduan yang tersedia dan tetap menjaga komunikasi dengan pihak terkait.
Selain itu, Arman mengingatkan para peserta agar bijak dalam menggunakan media sosial, terutama ketika berinteraksi dengan pihak yang menawarkan peluang kerja di luar negeri.
Dorong Standar Kompetensi Internasional
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan sekaligus pembukaan oleh Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Dwi Setiawan Susanto.
Dalam arahannya, Dwi menjelaskan bahwa pelatihan tersebut menggunakan sistem boarding dengan dukungan pendampingan teknis, mentoring, serta penguatan kemampuan Bahasa Inggris.
Menurutnya, pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan peserta agar mampu memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja internasional.
“Pelatihan ini menggunakan sistem boarding dengan pendampingan teknis, mentoring, dan penguatan Bahasa Inggris. Namun, pelatihan bukan merupakan satu-satunya tahapan karena proses penempatan merupakan proses bisnis tersendiri yang nantinya mencakup wawancara, asesmen, hingga pemenuhan dokumen,” jelas Dwi.
Dwi juga menekankan bahwa keberhasilan bekerja di luar negeri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Peserta juga harus memiliki sikap profesional, kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan, serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya negara penempatan.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan serius dan menjadikan kesempatan tersebut sebagai investasi untuk membangun masa depan.
Diharapkan Siap Bersaing di Dunia Kerja Global
Setelah rangkaian arahan dan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan training kit secara simbolis kepada perwakilan peserta, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Program SMK Go Global diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kemampuan komunikasi, sikap profesional, serta pemahaman yang memadai mengenai proses penempatan pekerja migran secara aman dan resmi.
Dengan bekal kompetensi Welder 3G dan 6G serta kemampuan Bahasa Inggris, 182 peserta diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memanfaatkan peluang kerja di tingkat internasional.
BP3MI DKI Jakarta menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan pelindungan pekerja migran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun ekosistem migrasi ketenagakerjaan yang aman, profesional, dan bermartabat.
Program SMK Go Global pun diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing di pasar kerja global melalui jalur penempatan yang resmi dan terlindungi.
Humas BP3MI DKI Jakarta
[Wira]
