JAKARTA, MEDIA KOTA – Semangat mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah terus diwujudkan masyarakat Kelurahan Malakasari, Jakarta, melalui kegiatan Pengajian Subuh Keliling yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu bakda salat Subuh.

Kegiatan keagamaan yang berada di bawah naungan Forum Komunikasi Masjid dan Musala Malakasari (Forkomas) ini diikuti jamaah dari sekitar 30 masjid dan musala di wilayah Kelurahan Malakasari. Selain menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, pengajian tersebut juga menjadi wadah mempererat persaudaraan serta menjaga kerukunan antarwarga.

Pada Sabtu (17/10/2026), kegiatan Pengajian Subuh Keliling diselenggarakan di Masjid Al Mukhlisin, Malakasari, dengan menghadirkan penceramah Syekh Abdullah Jaber. Pengajian kali ini mengangkat tema “Merawat Ukhuwah dan Meneladani Akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.”
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Malakasari, Sudarna, yang menyampaikan sambutan sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Sudarna mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga, memelihara ketertiban umum, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Menurutnya, lingkungan yang aman, tertib, rukun, dan sehat merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap kegiatan keagamaan seperti Pengajian Subuh Keliling dapat terus menjadi sarana memperkuat kebersamaan, membangun komunikasi yang baik, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat Malakasari.
Syekh Abdullah Jaber: Akhlak dan Lisan Mencerminkan Kepribadian
Dalam tausiyahnya, Syekh Abdullah Jaber mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Ia menekankan bahwa menjaga sikap dan perilaku merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis dengan sesama. Akhlak yang baik akan mendatangkan penghormatan dari orang lain, sedangkan perilaku buruk dapat menjatuhkan kehormatan seseorang.
Selain menjaga sikap, Syekh Abdullah Jaber juga mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga lisan dalam setiap perkataan.
Menurutnya, ucapan yang baik dapat menumbuhkan rasa hormat, mempererat persaudaraan, dan menciptakan suasana damai. Sebaliknya, perkataan yang buruk, menyakiti hati, atau menimbulkan perselisihan dapat merusak hubungan antarsesama.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jamaah bahwa meneladani Rasulullah SAW tidak cukup hanya melalui ibadah ritual, tetapi juga harus diwujudkan dalam perilaku, tutur kata, serta kepedulian terhadap orang lain.
Melalui pengajian ini, jamaah diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga akhlak, memperkuat persaudaraan, dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Ditutup dengan Sarapan Bersama dan Salat Istisqa
Usai rangkaian pengajian dan tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang diisi sarapan pagi bersama di Masjid Al Mukhlisin. Suasana kebersamaan tersebut menjadi kesempatan bagi para jamaah dari berbagai masjid dan musala untuk saling menyapa, berbincang, serta mempererat tali silaturahmi.
Setelah ramah tamah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Istisqa yang dipimpin oleh Ustaz Akib Saiman.
Pelaksanaan salat Istisqa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan dan diberikan keberkahan bagi kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan Pengajian Subuh Keliling yang dilaksanakan secara rutin, Forkomas Malakasari diharapkan terus menjadi wadah pemersatu umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh kepedulian.
Semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi bukti bahwa masjid dan musala tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan persaudaraan di tengah masyarakat.
[Shodiqin]
