BATULICIN – Media Kota
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, terus mendorong pelestarian budaya daerah melalui pengembangan kreativitas generasi muda. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Desain Motif Tenun 2026 yang diikuti pelajar di Kabupaten Tanah Bumbu.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagri) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Bumbu itu telah berlangsung pada 7–16 September 2026. Penilaian dan pengumuman pemenang dilaksanakan pada Senin (19/10/2026).

Lomba ini tidak hanya menjadi ruang bagi pelajar untuk menuangkan ide dan kreativitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan serta mengembangkan motif tenun khas Pagatan agar tetap lestari dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Andrianto Wicaksono, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, lomba desain motif tenun memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah (IKM), khususnya sektor kerajinan.
Tenun, menurutnya, bukan sekadar produk kerajinan, melainkan bagian dari identitas budaya yang mengandung nilai seni dan sejarah serta memiliki potensi ekonomi.
Karena itu, pengembangan motif tenun khas Pagatan perlu terus dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai budaya daerah. Inovasi desain diharapkan mampu menjadikan tenun Pagatan semakin menarik dan memiliki daya saing di pasar lokal, regional, hingga nasional.
“Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi para desainer, perajin, dan generasi muda untuk menunjukkan kemampuan serta mengembangkan potensi yang dimiliki,” demikian pesan Bupati yang disampaikan melalui perwakilannya.
Melalui pengembangan desain yang kreatif dan inovatif, industri kerajinan tenun diharapkan semakin berkembang, membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, mengatakan lomba desain motif tenun menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kreativitas pelajar sekaligus mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
Ia mengapresiasi partisipasi para pelajar dalam Lomba Desain Motif Tenun 2026. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya sekaligus membuka ruang bagi lahirnya gagasan baru dalam pengembangan motif tenun daerah.
Andi Irmayani berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan motif tenun khas Tanah Bumbu sehingga keberadaan warisan budaya tersebut tetap terjaga dan semakin dikenal masyarakat luas.
Sebelum penjurian berlangsung, pengurus Dekranasda Kabupaten Tanah Bumbu turut memeriahkan kegiatan melalui peragaan busana atau fashion show dengan mengenakan pakaian berbahan tenun Pagatan.
Beragam motif tenun Pagatan diperkenalkan dalam peragaan tersebut, disertai penjelasan mengenai filosofi yang terkandung di dalam masing-masing motif.
Peragaan busana itu juga memperlihatkan potensi tenun Pagatan untuk dikembangkan menjadi beragam produk fesyen yang modern dan elegan tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat pada kain tersebut.
Lomba Desain Motif Tenun 2026 merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu untuk mendorong pengembangan industri kecil dan menengah, terutama pada sektor kerajinan berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, pelajar didorong menghasilkan desain motif yang kreatif, inovatif, serta memiliki karakter dan identitas daerah yang kuat.
Pengembangan motif tenun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perlombaan, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan produk kerajinan dan fesyen yang memiliki nilai tambah.
Dengan keterlibatan generasi muda, pelestarian tenun Pagatan diharapkan berjalan seiring dengan inovasi, penguatan daya saing produk lokal, dan terbukanya peluang usaha bagi masyarakat.
Upaya tersebut juga sejalan dengan misi Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melestarikan budaya, serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis industri unggulan daerah.”
(Hallion)
