• Sen. Okt 26th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Rakernas FWK 2026: Gubernur Lemhannas Dorong Pers Kritis dan Independen untuk Perkuat Ketahanan Nasional

ByPimred

Okt 25, 2026

JAKARTA, MEDIA KOTA –

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, menegaskan pentingnya membangun pers yang kritis, independen, profesional, dan berintegritas dalam menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan. Peran strategis pers dinilai semakin dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah persaingan antarbangsa, dinamika geopolitik global, serta derasnya arus informasi digital.

Penegasan tersebut disampaikan Ace Hasan Syadzily saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Oktober 2026, itu dihadiri sekitar 100 anggota dan pengurus FWK, termasuk 15 Koordinator Daerah (Korda) tingkat provinsi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Ace, jurnalisme kebangsaan bukan sekadar menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, memperkuat kesadaran kebangsaan, dan mendorong masyarakat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita perlu membangun jurnalisme kebangsaan yang kritis karena cinta kepada bangsa, independen, profesional, dan berintegritas,” ujar Ace Hasan Syadzily.

Ia menjelaskan, pers merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun resiliensi atau daya tahan nasional. Di tengah situasi global yang semakin kompleks, media memiliki peran besar dalam memberikan informasi yang akurat sekaligus membantu masyarakat memahami berbagai persoalan secara objektif.

Tantangan tersebut semakin besar ketika tingkat literasi digital masyarakat belum merata. Penyebaran berita bohong atau hoaks, disinformasi, serta ujaran kebencian melalui berbagai platform digital berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengganggu persatuan bangsa.

“Dalam kondisi seperti ini, masyarakat gampang sekali terpancing, tersulut, dengan berita-berita hoaks dan ujaran kebencian,” tambahnya.

Meski demikian, Ace menegaskan bahwa upaya memperkuat ketahanan nasional tidak boleh dimaknai sebagai pembatasan terhadap kebebasan pers. Sebaliknya, pers yang merdeka dan profesional justru menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh, kritis, serta mampu menyikapi perbedaan secara dewasa.

Resiliensi nasional, lanjutnya, harus dibangun melalui kemampuan masyarakat menerima kritik berbasis fakta, memperbaiki kesalahan, dan menentukan sikap berdasarkan informasi yang kredibel.

“Oleh karena itu, kemerdekaan pers dan profesionalisme pers harus dipandang sebagai dua hal yang saling memperkuat,” jelas Ace.

### Lemhannas Siapkan Kursus Kebangsaan Gratis bagi Wartawan

Sebagai bentuk penguatan kapasitas insan pers, Lemhannas RI membuka peluang bagi wartawan, termasuk anggota FWK, untuk mengikuti kursus singkat mengenai nilai-nilai kebangsaan.

Ace menyambut baik gagasan dan semangat yang dikembangkan FWK. Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan yang dijalankan Lemhannas dalam membangun pemahaman kebangsaan di berbagai kalangan masyarakat.

Ia menjelaskan, kegiatan kursus kebangsaan selama ini tidak hanya melibatkan birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, serta unsur TNI dan Polri, tetapi juga akan melibatkan insan pers sebagai bagian penting dalam penyebarluasan nilai-nilai kebangsaan.

“Kegiatan ini akan diperbanyak. Dan, kursus ini gratis untuk wartawan,” ujar Ace Hasan Syadzily yang langsung disambut tepuk tangan peserta Rakernas FWK.

Rencana tersebut menjadi peluang bagi wartawan untuk memperdalam pemahaman mengenai wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, serta tanggung jawab pers dalam menyampaikan informasi yang mencerahkan masyarakat.

Langkah penguatan kapasitas wartawan tersebut juga sejalan dengan kerja sama yang sebelumnya telah dijalin Lemhannas dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

FWK Jadi Wadah Wartawan yang Berkomitmen pada Kebangsaan

Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane, menjelaskan bahwa Forum Wartawan Kebangsaan didirikan oleh sejumlah wartawan senior atas prakarsa Hendry Ch Bangun, mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019–2022 dan Ketua Umum PWI Pusat periode 2023–2025.

FWK didirikan pada Oktober 2025 sebagai wadah bagi wartawan yang tidak hanya menjunjung tinggi profesionalisme jurnalistik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan kebangsaan.

Menurut Raja Pane, para pendiri FWK merupakan wartawan berpengalaman yang telah menjalani profesinya setidaknya selama 20 tahun, memiliki sertifikat kompetensi wartawan tingkat utama, serta menaruh perhatian terhadap berbagai persoalan bangsa.

“Para pendiri FWK adalah wartawan yang sudah menjalani profesinya setidaknya 20 tahun, bersertifikat wartawan utama dan memiliki kepedulian terhadap masalah kebangsaan,” ujar Raja Pane.

Sementara itu, Hendry Ch Bangun menyambut positif kehadiran Gubernur Lemhannas dalam Rakernas FWK. Ia menilai terdapat keselarasan antara semangat FWK dan program Lemhannas dalam memperkuat wawasan kebangsaan.

Hendry bahkan menggambarkan pertemuan tersebut sebagai momentum yang tepat bagi kedua pihak untuk memperkuat kerja sama.

“FWK hadir untuk mengintegrasikan nilai-nilai profesional kewartawanan dengan etika kebangsaan,” ujar Hendry Bangun.

Ia berharap, FWK dapat berkembang menjadi ruang bersama bagi wartawan yang menjunjung tinggi integritas, keberanian dalam menyampaikan kebenaran, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap kepentingan bangsa dan negara.

Dihadiri Sejumlah Organisasi Pers

Rakernas FWK turut dihadiri sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi pers, di antaranya Sekretaris Jenderal PWI Pusat Martin Slamet, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Dr. Teguh Sentosa, Ketua Umum FPRMI Bernadus Wilson, serta Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Dadang Rachmat.

Kehadiran para perwakilan organisasi tersebut menambah makna strategis Rakernas sebagai ruang konsolidasi, pertukaran gagasan, serta penguatan peran wartawan dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.

Di tengah perubahan teknologi informasi dan meningkatnya tantangan terhadap kredibilitas media, insan pers dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga independensi, serta berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.

Pers diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga berperan sebagai penjaga akal sehat publik, pengawas kekuasaan, serta penguat demokrasi dan persatuan nasional.

Deklarasi FWK Tegaskan Komitmen Kebangsaan

Pada akhir rangkaian Rakernas, FWK menyampaikan deklarasi yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal FWK, Dr. Budi Nugraha. Deklarasi tersebut menjadi penegasan komitmen organisasi untuk membangun kehidupan pers yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kepentingan bangsa.

FWK diharapkan mampu menjadi wadah yang mempertemukan idealisme jurnalistik dengan semangat kebangsaan tanpa mengabaikan independensi dan kebebasan pers.

“Semoga FWK menjadi rumah bersama bagi wartawan yang memiliki integritas, keberanian, kepedulian sosial dan komitmen kebangsaan,” ujar Budi Nugraha.

Melalui Rakernas ini, FWK menegaskan bahwa jurnalisme kebangsaan harus tetap berpijak pada fakta, menjunjung tinggi etika profesi, serta memberikan ruang bagi kritik yang konstruktif.

Dengan demikian, pers yang kritis dan independen diharapkan dapat menjadi kekuatan penting dalam menjaga demokrasi, memperkuat persatuan, dan membangun ketahanan nasional di tengah tantangan zaman.

[Benn/Wira]

 

By Pimred