• Jum. Apr 10th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

“PT Jhonlin Agro Raya Tbk Luncurkan Biodiesel B-50: Langkah Berani Menuju Kemandirian Energi Nasional!”

ByWira

Agu 19, 2024

BATULICIN –Mediakota-online.com , PT Jhonlin Group (PTJG) kembali mencatat sejarah penting dalam sektor pertanian dan energi. Setelah sukses dengan proyek pencetakan sawah satu juta hektare di Merauke, Papua, kali ini PTJG, melalui anak perusahaannya PT Jhonlin Agro Raya (JAR) Tbk., menjadi pionir dalam penerapan biodiesel B-50 di Indonesia.

 

Peluncuran perdana (soft launching) biodiesel B-50 ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Pabrik Biodiesel PT JAR, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Minggu (18/8).

 

“Puluhan negara kini menghadapi krisis pangan dan energi. Namun, solusinya ada di Indonesia,” ujar Menteri Andi Amran dalam sambutannya. Beliau optimis bahwa jika Indonesia terus konsisten, dalam tiga tahun ke depan, negara ini bisa kembali mencapai swasembada pangan dan bahkan menjadi lumbung pangan dunia. Biodiesel B-50 diyakini juga dapat mengangkat Indonesia menjadi lumbung energi dunia, khususnya di bidang biodiesel.

 

Implementasi B-50 merupakan langkah nyata pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional dan mendukung pengembangan energi hijau. Dengan menguasai 58 persen produksi minyak kelapa sawit (CPO) dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk sukses dalam penerapan biodiesel B-50. “Dengan soft launching ini, kita mencatat sejarah sebagai pelopor implementasi B-50 di tanah air,” tegas Andi Amran.

 

Direktur Utama Eshan Agro Sentosa (EAS) Group, Bambang A Wisena, menilai kebijakan biodiesel ini sebagai angin segar bagi industri kelapa sawit nasional. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan dari aspek teknik, kebijakan, komersial, serta lingkungan agar implementasi B-50 berjalan lancar.

 

Data dari Direktorat Jenderal Perkebunan tahun 2023 menunjukkan bahwa luas lahan kelapa sawit di Indonesia mencapai 16,8 juta hektare dengan produksi sebesar 46,9 juta ton. Ini menegaskan potensi besar biodiesel berbasis kelapa sawit dalam mendukung kebutuhan energi dalam negeri dan ketahanan energi nasional.

 

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, menyatakan bahwa Kalimantan Selatan menjadi daerah pertama yang mengimplementasikan B-50. “Pemerintah terus berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian energi nasional dengan mengakselerasi pengembangan biodiesel B-50,” katanya. Biodiesel, lanjutnya, memiliki peran strategis sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil yang semakin menipis, dengan manfaat positif terutama pada aspek lingkungan.

 

Acara soft launching ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian ESDM, Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, KLHK, Kementerian Perindustrian, GAPKI, APROBI, BPDPKS, serta Duta Besar RI untuk Singapura. (Mhl)

By Wira