
Jakarta – mediakota-online.com
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono kembali menjadi sorotan setelah videonya pidato dalam forum internasional viral. Ia dibandingkan dengan pendahulunya, Retno Marsudi, yang dianggap lebih berpengalaman dan lancar dalam berbahasa Inggris serta berkompeten dalam politik luar negeri.
Sugiono, yang dikenal sebagai politisi senior Partai Gerindra, lahir di Takengon, Aceh, pada 11 Februari 1979. Sebelum menjabat sebagai Menlu, ia memiliki karier di dunia militer dan politik. Ia merupakan salah satu anggota pertama Partai Gerindra dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Sugiono menempuh pendidikan di berbagai tempat, termasuk di Akademi Militer Magelang dan Norwich University, Amerika Serikat, di bidang teknik komputer.
Sementara itu, Retno Marsudi, yang menjabat Menlu selama dua periode pada pemerintahan Jokowi, memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. Lahir di Semarang pada 27 November 1962, Retno menyelesaikan pendidikan sarjananya di Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada. Karier diplomatiknya dimulai sejak 1997 dan terus melesat, dengan jabatan terakhirnya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Belanda sebelum diangkat menjadi Menlu pada 2014.
Retno memiliki rekam jejak yang mengesankan di dunia diplomasi, termasuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Eropa dan Amerika, serta Duta Besar untuk Norwegia dan Islandia. Setelah masa jabatannya sebagai Menlu, Retno kini menjabat sebagai Direktur Non-Eksekutif di perusahaan energi terbarukan Gurīn Energy sejak November 2024, serta sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB untuk isu air.
Perbandingan kedua tokoh ini menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok, baik dalam pengalaman diplomatik maupun kemampuan berbahasa Inggris yang menjadi perhatian publik. [Benn]
