JAKARTA — MEDIA KOTA
Harapan besar terhadap masa depan Indonesia disematkan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Sosok Presiden Prabowo dinilai memiliki kapasitas dan keberanian untuk melakukan pembenahan di berbagai sektor demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, mandiri dan sejahtera.
Pandangan tersebut disampaikan H. Firmansyah, S.E., S.H., M.M., Ph.D. Menurutnya, kepemimpinan Presiden Prabowo membawa harapan bagi masyarakat yang menginginkan perubahan dan perbaikan dalam tata kelola bangsa.
“Beliau orang hebat. Kita punya harapan besar kepada Presiden Prabowo untuk memperbaiki bangsa ini,” ujar Firmansyah.
Pernyataan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap seorang pemimpin. Lebih jauh, Firmansyah menekankan pentingnya membangun optimisme nasional di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi Indonesia.
Bukan Sekadar Memimpin, tetapi Membenahi
Menurut Firmansyah, memimpin Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar, wilayah yang luas dan persoalan yang kompleks bukan pekerjaan sederhana.
Karena itu, Presiden Prabowo membutuhkan dukungan sekaligus pengawasan konstruktif dari seluruh elemen masyarakat.
Dukungan tersebut, kata dia, tidak harus dimaknai sebagai sikap membenarkan seluruh kebijakan pemerintah. Justru masyarakat harus tetap kritis, memberikan masukan dan ikut mengawal agar kebijakan negara benar-benar bermuara pada kepentingan rakyat.
“Bangsa ini tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Semua komponen bangsa harus ikut mengambil bagian,” tegasnya.
Harapan untuk Indonesia yang Lebih Mandiri
Firmansyah melihat salah satu pekerjaan besar pemerintah adalah memperkuat kemandirian bangsa, baik dalam bidang ekonomi, pangan, energi, industri maupun sumber daya manusia.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara yang kuat. Kekayaan sumber daya alam, jumlah penduduk, pasar domestik dan posisi strategis Indonesia harus menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Namun, seluruh potensi tersebut membutuhkan kepemimpinan yang berani, konsisten dan memiliki visi jangka panjang.
Karena itu, menurut Firmansyah, harapan kepada Presiden Prabowo harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih besar: harapan untuk masa depan Indonesia.
Rakyat Jangan Hanya Menjadi Penonton
Firmansyah juga mengingatkan bahwa pembangunan bangsa tidak boleh hanya menjadi urusan elite pemerintahan.
Masyarakat harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, generasi muda, media dan berbagai elemen lainnya memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga arah pembangunan nasional.
“Kalau kita ingin Indonesia lebih baik, jangan hanya bertanya apa yang sudah dilakukan pemerintah. Kita juga harus bertanya, apa yang bisa kita lakukan untuk bangsa ini,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berkembang.
Menurut Firmansyah, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan kepentingan bangsa. Setelah kontestasi politik selesai, seluruh elemen masyarakat harus kembali menempatkan kepentingan Indonesia di atas kepentingan kelompok.
Optimisme Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata
Harapan kepada Presiden Prabowo pada akhirnya akan diuji oleh hasil nyata.
Masyarakat membutuhkan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta memastikan pembangunan memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung.
Karena itu, Firmansyah menilai optimisme harus berjalan beriringan dengan pengawasan publik.
“Kita berharap Presiden Prabowo mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih kuat. Tetapi harapan itu harus kita kawal bersama dengan kerja nyata,” katanya.
Dengan demikian, dukungan kepada pemerintah tidak berhenti pada slogan. Ia harus diwujudkan melalui partisipasi masyarakat, kritik yang konstruktif dan komitmen bersama menjaga persatuan nasional.
Sebab, membangun Indonesia bukan hanya tugas Presiden. Membangun Indonesia adalah tanggung jawab seluruh anak bangsa.
[Irfan]
