.
Bengkulu – mediakota-online.com
Bertahun- tahun Danau Dendam tak sudah di kota Bengkulu terkesan diabaikan oleh pemerintah kota Bengkulu,apa lg dengan adanya jalan baru di samping danau dendam tersebut sudah di buka,mobil dan motor hampir tidak banyak lagi lewat jalan lama tersebut,danau Dendam itu jika di kelola pemerintah Bengkulu dengan benar sungguh menyejukan bahkan bisa mengangkat nama kota Bengkulu, karna Danau Dendam tersebut berada di jalan lintas.. Bengkulu – jakarta, Jakarta – Bengkulu, konon ceritanya danau dendam tak sudah itu sudah ada semenjak dari dulu kala, kini danau dendam tersebut terkesan seperti anak tiri,semenjak jalan baru sudah di buka,dan hampir tidak di perdulikan lg oleh pemerintah kota Bengkulu entah kenapa… di situ hanya ada pondok-pondok kecil yg berdiri di seberangan jalan lama ,yg didirikan oleh pedagang buah kelapa yg bernama Mopti menurut keterangannya setelah kami konfirmasi mengeluhkan hampir setiap Minggu pondok jualannya di bobol maling,jadi timbul pertanyannya kita siapaka yang memperbolehkan penjual – penjual di situ..dan setoran pedagang yg di bayar itu untuk siapa..? dan di kemanakan uang setoran itu..? di seberang jalan lama, ada pondok pedagang penjual kelapa dan di situ ada sekolompok anak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu, yang bernama Ezaa Lufti Anggraini,Mandala Febbransa,Jhordan Rex,dan Yoyo semuanya jurusan Fakultas Hukum semester lima, sempat kami Wawancarai mahasiswa tersebut berharap pemerintah kota Bengkulu segera untuk bisa membangun Danau Dendam ini,karna danau dendam ini menurutnya jika di kelola dengan baik danau Dendam ini.. akan bisa menarik para wisata lainnya untuk berlibur dengan menikmati indahnya panorama danau Dendam ini ujarnya,anak mahasiswa UMB tersbut menambahkan jika danau ini di bangun pemerintah, mungkin orang- orang kota Bengkulu ini banyak yang berkunjung untuk duduk sambil melihat ke indahan danau dendam ini,dan tidak mungkin ada rasa terkesan terpaksa harus membeli jualan pedagang di dendam ini baru bisa duduk di tempat pondok- pondok tersebut,di tempat yang sama kebetulan ada ketua BPI KPNPA RI Badan peneliti independen kekayaan penyelenggara negara&pengawas anggaran republik Indonesia. WILAYAH BENGKULU syamsuyudi.SH,dan bendahara Marwan,S.Pd mengharapkan segera pemerintah kota Bengkulu untuk membangun tempat wisata di danau dendam ini biar masyarakat Bengkulu merasa nyaman untuk berlibur di danau dendam ini..tidak merasa terkesan duduk- duduk di pondok di pinggiran danau dendam ini membeli atau memesan jualan dulu baru boleh duduk. [Syamsuyudi]
