KALTENG, MEDIA KOTA.
Proyek yang di anggarkan oleh pemerintah pusat Kementerian PUPR APBN tahun 2026 di duga tidak sesuai dengan spek teknik PUPR jalan Nasional, pasalnya, proyek pelebaran tersebut di lapangan terjadi pengurangan atim pekerjaan proyek yaitu, mulai dari galian bahu jalan kurang dalam dan dalam galian tersebut tidak menggunakan jerujuk galam sebagai dasar di galian serta tidak menggunakan Geotextile sebagai dasar timbunan di atas jerujuk galam, dalam hal ini, di sebab tanah lokasi proyek jalan tersebut tanah rawa/tanah labil/ tanah sawah yang dapat mengakibatkan jalan Nasional tersebut cepat rusak dan tidak tahan lama sudah mengalami kerusak jalan, apabila sudah rampung dan di lewati oleh beban berat seperti truk dan tronton serta alat berat dapat bergelombang dan mudah terhantak dan saat saya melewati wilayah Banjarmasin di lokasi kayu tangi sampai ke wilayah kab. Marabahan beberapa tahun yang telah lewat, proyek pelabaran jalan Nasional, mereka menggunakan jerujuk dan Geotextile untuk jalan Nasional tersebut, “ungkap salah seorang supir truk tidak mau di sebut namanya.

Saat di konfirmasi dengan surat dan via Whastapp sms Satuan Kerja (Satker) Balai wil II Jalan Nasional Davis, sampai berita ini di publikasikan belum ada jawaban (Halion)
