Jakarta, Media Kota
Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Salah satunya melalui program pelatihan bidang *housekeeping* dan *waiter/waitress* yang diikuti 150 peserta di IDEA Indonesia Akademi, Senin (19/10/2026).
Kegiatan pembukaan dan penyampaian informasi sesi pelatihan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis dalam mempersiapkan calon pekerja migran agar memiliki keterampilan, pengetahuan, serta kesiapan mental untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya di sektor perhotelan dan pelayanan.
Pelatihan ini sekaligus menjadi sarana bagi para peserta untuk memahami kompetensi yang dibutuhkan dunia industri, standar profesionalisme, serta prosedur penempatan pekerja migran Indonesia yang aman dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Vice President Director IDEA Indonesia, Qonita; Kepala BP3MI DKI Jakarta, Arman Muis; Analis Kebijakan Ahli Muda, Dewi Maryam, yang mengikuti kegiatan secara daring mewakili Direktur Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia; serta Analis Hukum Ahli Pertama, Yoga Waskita Adi, yang mewakili Direktur Penempatan Non Pemerintah pada Pemberi Kerja Perseorangan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Hadir pula Business Development Manager IDEA Indonesia, Nurul Hidayati, serta Chief Operating Officer Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) Binawan, Danu Samsi Purnomo Sidi.
Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme
Dalam sambutannya, Qonita menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program peningkatan kapasitas CPMI/PMI. Menurutnya, pelatihan merupakan kesempatan penting bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan sesuai bidang pekerjaan yang akan ditekuni.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan pelatihan secara serius, disiplin, dan penuh tanggung jawab agar ilmu serta keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal saat memasuki dunia kerja.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kompetensi sesuai bidang yang dipelajari, serta mempersiapkan diri agar mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja, khususnya di pasar kerja luar negeri,” ujar Qonita.
Sementara itu, Kepala BP3MI DKI Jakarta, Arman Muis, secara resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa peluang bekerja di luar negeri harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi, penguasaan bahasa, kedisiplinan, dan mental yang kuat.
Menurut Arman, para peserta harus memanfaatkan kesempatan pelatihan sebaik mungkin. Sebab, persaingan di pasar kerja internasional menuntut tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu menunjukkan sikap profesional, etos kerja yang baik, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang beragam.
“Kesempatan mengikuti pelatihan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Para peserta perlu meningkatkan keterampilan, menguasai bahasa, menjaga kedisiplinan, serta mempersiapkan mental agar siap menghadapi dunia kerja internasional. Selain itu, pastikan seluruh proses penempatan dilakukan secara aman dan sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Arman Muis.
Pahami Prosedur Penempatan Kerja ke Luar Negeri
Selain pembekalan keterampilan, peserta juga mendapatkan informasi mengenai mekanisme penempatan pekerja migran Indonesia. Materi tersebut disampaikan oleh Yoga Waskita Adi dari Direktorat Penempatan Non Pemerintah pada Pemberi Kerja Perseorangan KP2MI.
Dalam pemaparannya, Yoga menjelaskan pentingnya memahami tahapan, persyaratan, dan ketentuan penempatan sebelum memutuskan bekerja di luar negeri. Pemahaman tersebut diperlukan agar calon pekerja migran dapat mengambil keputusan secara tepat serta menghindari risiko penempatan yang tidak sesuai prosedur.
Ia menekankan bahwa kesiapan bekerja di luar negeri tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Calon pekerja migran juga harus memahami hak dan kewajibannya, melengkapi persyaratan yang ditentukan, serta memastikan proses keberangkatan dan penempatan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Calon Pekerja Migran Indonesia perlu memahami setiap tahapan dan persyaratan penempatan sebelum bekerja ke luar negeri. Dengan memahami prosedur yang berlaku, peserta diharapkan dapat menjalani proses penempatan secara aman, sesuai ketentuan, dan terhindar dari risiko penempatan yang tidak sesuai prosedur,” jelas Yoga Waskita Adi.
Kenali Peluang Kerja dan Kebutuhan Industri Global
Pada kesempatan yang sama, Danu Samsi Purnomo Sidi dari P3MI Binawan memberikan penjelasan mengenai peluang kerja serta proses penempatan bagi peserta pelatihan.
Informasi tersebut mencakup gambaran kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, kualifikasi yang perlu dipenuhi, dan kesiapan yang harus dimiliki calon pekerja untuk memasuki lingkungan kerja internasional, khususnya pada bidang *housekeeping* dan *waiter/waitress*.
Pembekalan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami bahwa sektor perhotelan dan pelayanan membutuhkan tenaga kerja yang terampil, teliti, disiplin, mampu berkomunikasi dengan baik, serta memiliki orientasi pada kualitas pelayanan.
Dengan mengikuti pelatihan secara optimal, peserta diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperbesar kesiapan untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemberi kerja.
Dorong Pekerja Migran Indonesia yang Kompeten dan Terlindungi
Melalui program pelatihan yang melibatkan 150 peserta tersebut, BP3MI DKI Jakarta berharap peningkatan kapasitas CPMI dapat berjalan seiring dengan penguatan pemahaman mengenai prosedur penempatan yang aman dan bertanggung jawab.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan perusahaan penempatan pekerja migran dinilai penting dalam membangun ekosistem penempatan tenaga kerja yang profesional, transparan, serta berorientasi pada perlindungan pekerja.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan pekerja migran Indonesia agar tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan industri global, tetapi juga memiliki pengetahuan yang memadai mengenai proses penempatan dan perlindungan selama bekerja di luar negeri.
Dengan bekal keterampilan, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta pemahaman prosedur yang baik, para peserta diharapkan dapat menjadi tenaga kerja Indonesia yang kompeten, profesional, dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Sumber: Humas BP3MI DKI Jakarta
[Wira]
