• Sab. Jun 20th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Mahasiswa Teknologi Pangan Undip Ciptakan Inovasi dari Limbah Biji Mangga, Gantikan Bahan Baku Cokelat yang Mahal.

ByWira

Jul 3, 2024

Semarang, mediakota-online.com

Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) kembali menunjukkani novasi dan kreativitasnya melalui pemanfaatan limbah biji mangga. Kali ini, sekelompok mahasiswa dari jurusan Teknologi Pangan berhasil menciptakan minyak dari limbah biji mangga Yang memiliki potensi untuk menggantikan cocoa butter yang dikenal memiliki harga yangc ukup tinggi dipasaran.

Cocoa butter merupakan lemak alami yang berasal dari biji kakao yang menjadi komponen utama dalam proses pembuatan cokelat. Cocoa butter memiliki yang peranan penting yaitu memberikan tekstur yang halus dan dapat mempengaruhi titik leleh pada produk coklat ketika dikonsumsi.

Cokelat sendiri merupakan salah satu produk pangan yang banyak diproduksi dan populer di seluruh dunia yang dapat digunakan di berbagai produk makanan hingga minuman.

Projek penelitian ini dipimpin oleh Fredericus Enrico Satrio Bawono beserta teman-temannya yang terdiri dari 3 anggota yaitu Honey Nathania Marsela, Gandhes Dwitya, dan Khairunysyah Salsabila. Penelitian ini juga dibimbing oleh dosen Teknologi Pangan yaitu Yoga Pratama, PhD. Inovasi ini muncul dari banyaknya limbah biji mangga yang dihasilkan dari toko jus di sekitar kampus yang tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja.

 

Setelah dilakukan penelitian pendahuluan dan mencari beberapa referensi melalui jurnal, komposisi asam lemak yang dimiliki minyak biji mangga ini berpotensi untuk menjadi alternatif cocoa butter yang sangat potensial.

“Kami melihat bahwa adanya peluang yang baik dalam biji mangga lokal ini sehingga kami melakukan penelitian mendalam. Mangga sendiri juga cukup banyak dihasilkan di Indonesia sehingga mudah ditemukan. Oleh karena itu, minyak biji mangga memiliki potensi yang besar dalam industri konfeksioneri seperti pembuatan coklat sebagai alternatif pengganti cocoa butter Yang cukup mahal.” Ungkap Enrico.

Penggunaan minyak biji mangga yang dihasilkan ini memiliki peluang ekonomi yang baik khususnya pada industri makanan coklat. Penggunaan minyak biji mangga dapat membuka peluang bagi para produsen coklat dalam menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan dengan harga yang lebih terjangkau.

Sementara itu, Yoga Pratama, PhD., selaku dosen pembimbing tim turut memberikan komentar terhadap gagasan inovatif mahasiswa teknologi pangan ini.

 

“Inisiatif mahasiswa yang memanfaatkan limbah biji mangga menjadi bahan pangan yang bernilai tinggi menurut saya merupakan langkah yang sangat baik dan selaras dalam mendukung pembangunan sistem produksi pangan yang berkelanjutan di Indonesia.”

Enrico beserta timnya berharap bahwa inovasi ini dapat memberikan nilai tambah bagi petani mangga serta mengurangi dampak lingkungan melalui pengurangan limbah organik.

Selain itu dengan adanya inovasi ini diharapkan menjadi solusi yang berkembang dan berkelanjutan serta dapat menguntungkan berbagai pihak.

Adanya inovasi penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi dan kreativitas mahasiswa Indonesia Tidak boleh dipandang sebelah mata saja. Berawal dari limbah yang sering dianggap tidak bernilai ternyata bisa menjadi sumber alternatif yang bermanfaat. [Honey Marsela]

 

 

 

 

 

 

By Wira