Bekasi – mediakota-online.com
Pembangunan gorong-gorong di Jalan Beringin Putih Raya, Perumahan Wisma Asri, menuai kritik tajam dari warga. Pasalnya, pekerjaan yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut dinilai dikerjakan secara terburu-buru dan asal-asalan oleh pihak pemborong.

Pantauan di lapangan menunjukkan banyak bagian pekerjaan yang tidak rapi dan tidak tuntas. Bekas galian tanah masih berserakan di sepanjang jalan, menyebabkan jalan menjadi berdebu saat panas dan licin ketika hujan. Kondisi ini bahkan telah memakan korban.
“Menjelang waktu Ashar, ada warga RT 002 yang terjatuh saat menuju masjid karena jalan licin oleh tanah bekas galian. Sampai sekarang, bekas galian itu belum juga dibersihkan,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.
Selain itu, warga juga mengeluhkan tindakan pemborong yang merusak halaman dan tanaman warga tanpa adanya pemberitahuan atau ganti rugi. Mereka menilai pihak pelaksana proyek bekerja hanya demi keuntungan besar tanpa memperhatikan kualitas dan kenyamanan lingkungan sekitar.
“Rumah dan halaman warga banyak yang terganggu. Tanaman bagus pun digusur begitu saja, tidak ada tanggung jawab dari pihak pelaksana,” keluh warga lainnya.
Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi segera turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap kinerja pemborong yang dinilai tidak profesional tersebut. Mereka juga meminta agar pemerintah kota lebih selektif dalam memilih rekanan proyek agar tidak menimbulkan kesan buruk di masyarakat.
“Kami minta Wali Kota Bekasi jangan tutup mata. Tolong perhatikan kondisi warga di Jalan Beringin Putih Raya. Jangan biarkan pemborong bekerja asal-asalan seperti ini,” tegas tokoh masyarakat setempat.
Perangkat RW dan RT setempat juga diminta untuk aktif melakukan pengawasan terhadap jalannya pembangunan, agar pekerjaan infrastruktur di lingkungan Wisma Asri benar-benar memberikan manfaat bagi warga, bukan justru membahayakan.
[Red]
