• Sab. Jan 31st, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

SIDRAP – MediaKota-online.com

Persoalan genangan di Jalan Karyawan, Kelurahan Majjelling, kembali menjadi sorotan setelah seorang warga yang mudik ke rumah orang tuanya meninjau langsung kondisi drainase pada Rabu (19/11/2025). Ia menilai ukuran gorong-gorong dan jalur pembuangan air di lokasi tersebut jauh dari standar kebutuhan kawasan pemukiman.

 

“Lubang deuker itu kecil sekali, tidak sampai satu meter. Seharusnya ditingkatkan. Di bagian utara malah tertutup tembok rumah warga, kemudian belok kanan sekitar satu setengah meter. Setelah itu masih ada saluran kecil ke arah utara, lebarnya bahkan tidak sampai 30 sentimeter,” ujarnya.

 

Warga itu juga menyoroti keberadaan kios permanen yang berdiri tepat di sisi saluran sehingga menyulitkan pemantauan dan perawatan. “Ada kios yang menutup pandangan ke saluran air. Lebarnya minimal harus satu meter supaya bisa diawasi. Alirannya sebenarnya menuju sungai kecil samping SDN 2 Jalan Rappang, lalu terus ke Danau Sidenreng,” tambahnya.

 

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan kawasan sekolah lain yang memiliki drainase lebih memadai. “Coba bandingkan dengan area di samping SDN 3, salurannya besar dan alirannya deras. Di sana aman dari genangan. Di sini hanya mengandalkan saluran kecil, lebar 50 cm dan di ujung tinggal 30 cm,” jelasnya.

 

Menurutnya, struktur yang berada di bawah jalan selama ini lebih pantas disebut gorong-gorong kecil daripada deuker. “Bangunan bawah jalan itu bukan deuker, ukurannya terlalu kecil. Idealnya dibangun deuker setinggi satu hingga satu setengah meter, dengan lebar minimal satu meter,” ucapnya.

 

Ia juga menilai jalur pembuangan air ke utara selama ini hanya mengandalkan saluran tersier berkepasitas kecil. “Harusnya saluran pembuangan ke utara itu saluran sekunder yang lebih besar dan terhubung langsung ke sungai di Jalan Rappang sebagai pembuangan akhir,” katanya.

 

Warga menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya pernah meninjau kondisi saluran beberapa waktu lalu, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. Pihak Pemkab Sidrap belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun rencana penanganan drainase di Jalan Karyawan.

 

Dari arah utara, kondisi gorong-gorong yang dimaksud tampak jelas. Saluran di bawah kios terlihat sempit, gelap, dan terhalang bangunan di atasnya. Lebarnya hanya beberapa puluh sentimeter, tanpa ruang memadai untuk aliran air. Bagian depannya juga dipenuhi sampah plastik dan bungkus makanan.

 

Posisi kios yang berada tepat di atas saluran membuat area tersebut sulit dipantau dan dibersihkan, sehingga meningkatkan risiko penyumbatan.

 

“Inilah yang saya maksud. Gorong-gorongnya kecil, tertutup bangunan kios, dan aliran dari selatan harus membelok dulu sebelum menuju utara. Tidak heran kalau air mudah naik ke rumah warga,” ujarnya setelah menunjukkan lokasi tersebut.”(Hallion)

By Wira