Bekasi – mediakota-online.com
Ketua Umum Solidarity Squad, Vicky Prasetyo, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya bersifat independen dan tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Penegasan tersebut disampaikan Vicky dalam sambutannya pada kegiatan pengukuhan pengurus daerah yang digelar pada Minggu (18/01/2026).

Dalam sambutannya, Vicky menekankan pentingnya pergerakan nyata di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota Solidarity Squad untuk fokus pada kerja-kerja sosial dan pemberdayaan pemuda.
“Solidarity Squad tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Mari kita semua bergerak untuk kegiatan yang nyata di masyarakat. Dalam waktu dekat kita harus segera audiensi dengan instansi pemerintah dan menyusun perencanaan kerja ke depan dalam rangka pemberdayaan pemuda di masing-masing daerah,” ujar Vicky.
Vicky juga mengungkapkan bahwa Solidarity Squad saat ini telah terbentuk di 34 provinsi di Indonesia. Ia menambahkan, dalam waktu dekat struktur organisasi akan dilengkapi dengan pembentukan bidang-bidang kerja agar program sosial dapat berjalan lebih terarah dan efektif.
Terkait agenda organisasi, Vicky menyampaikan bahwa Musyawarah Wilayah (Muswil) Solidarity Squad direncanakan akan dilaksanakan sebelum bulan Ramadan. Bekasi dipilih sebagai lokasi pelaksanaan dengan pertimbangan akses yang mudah serta efisiensi waktu dan biaya.
Pada kesempatan tersebut, Vicky Prasetyo secara resmi melantik Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Solidarity Squad Kota Bekasi. Ia kembali menegaskan bahwa Solidarity Squad merupakan organisasi yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami tidak memandang asal suku, agama, maupun pilihan politik. Siapa pun boleh menjadi anggota dan pengurus Solidarity Squad. Kita harus berkolaborasi secara luas untuk bergerak di bidang sosial. Bahkan, Solidarity Squad sudah mengirimkan 34 ton beras sebagai bantuan kemanusiaan untuk rakyat Aceh,” tegasnya.
Selain itu, Vicky juga menyampaikan pesan moral terkait etika dalam berpolitik.
“Jangan pernah menggunakan uang pribadi untuk urusan politik. Dampaknya, ketika sudah menjadi pejabat, akan mendorong pada praktik korupsi,” imbaunya.
Saat diwawancarai awak media, Vicky kembali menegaskan bahwa fokus utama Solidarity Squad adalah kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Kami fokus di bidang sosial, seperti membantu korban bencana dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Soal politik masih jauh,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Solidarity Squad, Abdul Razaq, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan pengurus DPD Kota Bekasi.
“Selamat atas pengukuhan DPD Kota Bekasi. Semoga sukses dalam membentuk DPC-DPC,” ujarnya.
Kepada awak media, Abdul Razaq menegaskan bahwa target organisasi tetap pada kerja-kerja sosial, kecuali ada arahan khusus dari Ketua Umum dan Pembina organisasi.
Dari tingkat wilayah, Ketua DPW Solidarity Squad Jawa Barat, Ir. Zarjani, memberikan target konkret kepada DPD Kota Bekasi.
“Saya beri waktu tiga bulan kepada DPD Kota Bekasi untuk membentuk DPC-DPC. Estimasi kehadiran Musyawarah Wilayah sekitar 1.000 orang, dengan rincian Bekasi 500 orang, Depok 350 orang, Purwakarta 160 orang, dan Kuningan 40 orang. Saat ini DPD sudah terbentuk di 27 kabupaten dan kota, meskipun ada beberapa yang PAW,” jelas Zarjani.
Ia juga mengusulkan agar Musyawarah Wilayah digelar di Bandung, sesuai permintaan beberapa DPD di Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua DPD Solidarity Squad Kota Bekasi, Marsono, menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi.
“Saya berharap seluruh jajaran DPD Kota Bekasi bertungkus lumus memajukan Solidarity Squad di Kota Bekasi,” tuturnya.
Kepada awak media, Marsono menegaskan kesiapan pihaknya untuk membentuk struktur hingga tingkat kecamatan.
“Kami siap membentuk DPC-DPC dalam waktu dua bulan sesuai arahan Ketua DPW Jawa Barat,” pungkasnya.
[Deden]
