• Rab. Apr 29th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Mantan Bupati H.Sudian Noor Hadiri Puncak Mappanre Ri Tasi’e 2026 di Pantai Pagatan, Tradisi Maritim Tanah Bumbu Kian Megah dan Memikat Ribuan Warga

ByWira

Apr 27, 2026

TanBu – Mediakota-online.com Kemeriahan puncak budaya maritim Mappanre Ri Tasi’e 2026 di Pantai Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, berlangsung semakin istimewa dan penuh makna. Ribuan masyarakat memadati pesisir Pantai Pagatan pada Minggu (26/4/2026) untuk menyaksikan salah satu tradisi adat terbesar dan paling sakral di Kalimantan Selatan tersebut.

Momentum budaya tahunan yang sarat nilai sejarah, spiritual, dan kebersamaan itu semakin menarik perhatian dengan hadirnya mantan Bupati Tanah Bumbu periode 2018–2021, H. Sudian Noor, yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI.

Kehadiran tokoh yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut langsung menjadi sorotan warga. Mengenakan pakaian adat Banjar, H. Sudian Noor tampak hadir bersama Sekretaris Daerah Tanah Bumbu Yulian Herawati, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Ruzman, Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu H. Hasanuddin, serta Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tanah Bumbu H. Syamsuddin.

Mereka membaur dengan tokoh adat, tokoh agama, para nelayan, pedagang, hingga masyarakat umum yang datang dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan untuk menyaksikan puncak prosesi adat tersebut.

Dalam kesempatan itu, H. Sudian Noor menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap upaya pelestarian budaya serta pengembangan sektor pariwisata yang terus dijaga di Bumi Bersujud.

Menurutnya, Mappanre Ri Tasi’e bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus perekat persatuan masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

“Alhamdulillah, hari ini saya bisa kembali bersilaturahmi dengan para pejabat daerah, forkopimda, serta masyarakat dalam momen yang penuh berkah ini. Mappanre Ri Tasi’e adalah jati diri kita, warisan leluhur yang harus terus kita jaga bersama. Saya bangga melihat tradisi luar biasa ini tetap lestari, bahkan pelaksanaannya semakin megah dari tahun ke tahun,” ujar H. Sudian Noor di sela-sela acara.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan sektor pariwisata berbasis budaya harus terus didukung karena memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM, pedagang lokal, dan sektor ekonomi kreatif di Tanah Bumbu.

“Tradisi budaya seperti ini bukan hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. UMKM tumbuh, sektor wisata bergerak, dan masyarakat merasakan manfaat langsungnya. Ini harus terus kita dorong bersama,” tambahnya.

Pantauan di lapangan, H. Sudian Noor juga tampak berbincang hangat dengan Kepala Disbudporapar H. Syamsuddin, para tokoh masyarakat, nelayan, serta pedagang di sekitar lokasi festival. Banyak warga memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama dan melepas rindu dengan mantan pemimpin daerah yang dinilai tetap sederhana dan dekat dengan rakyat.

“Beliau tetap rendah hati seperti dulu. Kami senang sekali melihat Pak Sudian masih peduli dan menyempatkan hadir di acara adat kami. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pagatan,” ujar Daeng Malewa, salah seorang warga Pagatan.

Puncak acara Mappanre Ri Tasi’e 2026 berlangsung khidmat melalui prosesi pelarungan sesaji ke tengah laut yang diiringi lantunan doa-doa kepada Sang Pencipta sebagai simbol rasa syukur atas hasil laut yang melimpah dan harapan keselamatan bagi para nelayan.

Prosesi tersebut menjadi inti dari tradisi turun-temurun masyarakat Bugis-Pagatan yang telah diwariskan lintas generasi dan menjadi salah satu ikon budaya paling kuat di Kabupaten Tanah Bumbu.

Selain prosesi adat, acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tari tradisional Bugis-Pagatan, atraksi budaya, hiburan rakyat, hingga bazar UMKM yang menyedot perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kehadiran para tokoh daerah, termasuk H. Sudian Noor, dinilai menjadi motivasi besar bagi generasi muda agar terus mencintai, menjaga, dan melestarikan warisan budaya leluhur di tengah derasnya arus modernisasi.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Tanah Bumbu, H. Syamsuddin, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Mappanre Ri Tasi’e 2026.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan acara ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi merupakan hasil kebersamaan seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Tanah Bumbu, tokoh adat, tokoh agama, nelayan, pelaku UMKM, para seniman, pemuda, aparat keamanan, panitia pelaksana, serta semua pihak yang telah terlibat dan bekerja keras dalam menyukseskan Mappanre Ri Tasi’e 2026,” ujar H. Syamsuddin.

Ia menegaskan bahwa Mappanre Ri Tasi’e bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga merupakan wajah kebanggaan daerah yang membawa nama Tanah Bumbu dikenal lebih luas di tingkat regional maupun nasional.

“Tradisi ini adalah identitas kita. Ini bukan hanya milik masyarakat Pagatan, tetapi milik seluruh masyarakat Tanah Bumbu. Kita ingin budaya ini terus hidup, terus berkembang, dan menjadi daya tarik wisata unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap semangat kebersamaan dalam pelaksanaan Mappanre Ri Tasi’e dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus agar tetap mencintai akar budaya sendiri.

“Budaya adalah warisan paling berharga yang tidak ternilai. Jika kita menjaga budaya, maka kita sedang menjaga sejarah, menjaga jati diri, dan menjaga masa depan daerah kita sendiri. Semoga Mappanre Ri Tasi’e terus menjadi kebanggaan yang diwariskan dari generasi ke generasi,” pungkasnya.’
(Hallion/Team)

By Wira