• Sel. Mei 5th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

TERSANDUNG SELISIH Rp3 JUTA: PERJUANGAN SEORANG PENSIUNAN MELUNASI UTANG BERUJUNG HARAPAN YANG TERTAHAN

ByWira

Mei 5, 2026

Bekasi – mediakota-online.com

Di usia yang seharusnya diisi dengan ketenangan, seorang pria purnabakti berinisial A justru harus berjuang menghadapi tekanan hidup yang kian berat. Niat tulusnya untuk menyelesaikan kewajiban finansial di Bank MMP terhambat oleh selisih nominal yang bagi sebagian pihak mungkin kecil, namun menjadi penentu nasib bagi dirinya.

Kisah ini bermula dari langkah optimistis A yang mencoba mengembangkan usaha rental mobil sebagai sumber penghasilan di masa pensiun.

Dengan penuh keyakinan, ia mengajukan pinjaman ke Bank MMP sebagai modal ekspansi usaha. Pada awalnya, usaha berjalan lancar. Selama empat bulan pertama, A mampu memenuhi kewajiban pembayaran tanpa kendala berarti.

Namun, keadaan berubah drastis. A menjadi korban penipuan terorganisir yang mengakibatkan lima unit mobil rentalnya hilang. Alih-alih meraih keuntungan, ia justru dibebani tanggung jawab finansial yang semakin berat, termasuk kewajiban mengganti kerugian kepada pihak ketiga.
Memasuki bulan kelima, A mulai kesulitan membayar cicilan.

Meski demikian, ia tetap menunjukkan itikad baik dengan terus berusaha mencicil semampunya. Bahkan, dengan penuh perjuangan, ia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp47 juta untuk mengajukan pelunasan dipercepat kepada pihak bank, dengan harapan mendapatkan kebijakan keringanan (settlement).
Namun harapan tersebut belum membuahkan hasil. Pihak Bank MMP tetap berpegang pada ketentuan bahwa pelunasan hanya dapat dilakukan jika nominal mencapai Rp50 juta.

Selisih Rp3 juta pun menjadi penghalang besar yang membuat A belum bisa terbebas dari beban utangnya.
Di balik perjuangan finansial itu, kondisi kesehatan A juga semakin memprihatinkan. Ia didiagnosis menderita gagal ginjal stadium 5, yang mengharuskannya menjalani perawatan rutin dan cuci darah. Di tengah kondisi fisik yang melemah, A masih harus bekerja sebagai pengemudi taksi online demi memenuhi kebutuhan hidup dan melunasi kewajibannya.

“Saya hanya ingin tenang di masa tua. Setiap rupiah saya kumpulkan, dari hasil narik, gadai barang, hingga meminjam ke kerabat, agar kewajiban saya di bank bisa selesai,” ujar A dengan suara lirih saat ditemui di kawasan Bekasi Utara.

Pengamat perbankan menilai bahwa secara prosedural, bank memang memiliki hak untuk menolak pelunasan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Namun dalam kasus seperti ini, pendekatan kemanusiaan dinilai perlu dipertimbangkan.

Dari sisi kemanusiaan, terdapat dua hal yang menjadi sorotan. Pertama, kondisi kesehatan A yang sudah dalam tahap kritis seharusnya menjadi pertimbangan khusus. Kedua, itikad baik A yang telah mengumpulkan sekitar 94 persen dari total kewajiban menunjukkan keseriusan yang tidak dapat diabaikan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank MMP belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus tersebut.
Kisah A menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka dalam dunia keuangan, terdapat sisi kemanusiaan yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Sebab, bagi sebagian orang, selisih kecil bisa berarti harapan besar yang tertunda.

By Wira