JAKARTA – MEDIA KOTA
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN) melalui pengembangan kompetensi kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Studi Lapangan (STULA) yang diikuti peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta pada Kamis (8/10/2026), sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memperluas wawasan serta memperkuat kemampuan analisis para calon pemimpin birokrasi.
Rombongan peserta didampingi secara intensif oleh Widyaiswara PKA, Hironymus Ghodang. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal kedinasan, melainkan menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para peserta untuk memahami praktik tata kelola pemerintahan, inovasi organisasi, serta strategi peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan instansi pemerintah.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu melihat secara nyata bagaimana kebijakan dan program kerja diterapkan, tantangan yang dihadapi organisasi, serta langkah-langkah strategis yang dilakukan dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
STULA Jadi Sarana Pembelajaran Kepemimpinan Berbasis Praktik
BPSDM Provinsi Sumatera Utara merancang kegiatan Studi Lapangan sebagai pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta keluar dari pola pembelajaran konvensional. Para administrator tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga berkesempatan mengamati secara langsung proses kerja dan praktik manajemen pemerintahan pada instansi yang menjadi lokus pembelajaran.
Dengan pendekatan tersebut, peserta dituntut untuk mampu mengidentifikasi persoalan, menganalisis tantangan organisasi, serta merumuskan gagasan perbaikan yang dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing.
Pengalaman lapangan menjadi penting karena seorang pemimpin administrator tidak cukup hanya memahami regulasi dan prosedur birokrasi. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan berpikir strategis, membangun kolaborasi, mengambil keputusan secara tepat, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pelayanan publik.
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dipilih sebagai lokasi pembelajaran untuk memberikan gambaran mengenai praktik pengelolaan organisasi dan pelayanan di sektor pendidikan. Melalui interaksi dengan jajaran instansi tersebut, peserta dapat menggali berbagai pendekatan yang berpotensi diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi di daerah masing-masing.
Peserta Apresiasi Pendekatan Pembelajaran yang Kontekstual
Manfaat kegiatan tersebut turut dirasakan oleh Josua Pahala Martua, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo, yang menjadi salah satu peserta PKA Angkatan II Tahun 2026.
Menurut Josua, pendekatan studi lapangan yang diterapkan BPSDM Provinsi Sumatera Utara memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik karena menghubungkan teori kepemimpinan dengan realitas penyelenggaraan pemerintahan.
Ia menilai, kemampuan analisis seorang birokrat akan semakin terasah ketika dihadapkan langsung pada praktik inovasi kinerja, mekanisme pengambilan keputusan, serta berbagai tantangan yang dihadapi instansi pemerintah.
Melalui pengamatan dan diskusi selama kegiatan, peserta dapat memperkaya perspektif mengenai strategi peningkatan kinerja organisasi. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan inovasi dan melakukan perbaikan di satuan kerja masing-masing.
Bagi para pejabat administrator, pengalaman semacam ini juga membuka ruang untuk membangun pola pikir yang lebih terbuka terhadap perubahan. Praktik baik dari satu instansi dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain, sepanjang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, ketentuan yang berlaku, serta karakteristik masyarakat yang dilayani.
Mendorong Lahirnya Pemimpin Birokrasi yang Adaptif dan Inovatif
Pelaksanaan Studi Lapangan ini sejalan dengan komitmen BPSDM Provinsi Sumatera Utara dalam mencetak figur administrator yang tangkas, adaptif, profesional, dan memiliki orientasi kuat terhadap penyelesaian persoalan strategis.
Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan berkualitas, aparatur pemerintah dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Pemimpin birokrasi juga perlu mendorong budaya kerja kolaboratif, meningkatkan efektivitas organisasi, serta memastikan bahwa setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, pembelajaran lintas instansi menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat kompetensi kepemimpinan. Pertukaran pengalaman dan pengetahuan diharapkan dapat mendorong munculnya gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan organisasi pemerintahan.
Kegiatan PKA Angkatan II Tahun 2026 ini diharapkan tidak berhenti sebagai pemenuhan tahapan pendidikan dan pelatihan semata. Lebih dari itu, pengalaman yang diperoleh selama studi lapangan perlu diterjemahkan menjadi rencana aksi, inovasi pelayanan, dan perbaikan tata kelola di lingkungan kerja para peserta.
Dengan demikian, investasi dalam pengembangan kompetensi ASN dapat memberikan dampak berkelanjutan, baik bagi peningkatan kinerja organisasi maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui sinergi pembelajaran, pertukaran praktik baik, dan penguatan kapasitas kepemimpinan, BPSDM Provinsi Sumatera Utara diharapkan terus berkontribusi dalam melahirkan pemimpin birokrasi yang berintegritas, kompeten, dan mampu menjawab tantangan pemerintahan di masa depan.
[Phersi]
