• Sel. Okt 27th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

BP3MI DKI Jakarta Gandeng STIKes Pasar Rebo, Siapkan Tenaga Kesehatan Indonesia Tembus Pasar Kerja Global

ByPimred

Okt 27, 2026

JAKARTA, MEDIA KOTA —

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta menjajaki kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk menginisiasi pembentukan *Migrant Center* sebagai upaya mendukung Program SMK Go Global. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kesiapan tenaga kesehatan Indonesia agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung pada Senin (26/10/2026), dengan melibatkan Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), BP3MI DKI Jakarta, serta pihak STIKes Pasar Rebo.

Melalui rencana kolaborasi ini, para pihak berupaya membangun sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri. Dengan demikian, lulusan bidang kesehatan diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap pelatihan, peningkatan kompetensi, serta informasi peluang kerja internasional yang sesuai dengan kualifikasi mereka.

Kepala BP3MI DKI Jakarta, Arman Muis, menegaskan bahwa penyiapan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus berorientasi pada kebutuhan nyata pemberi kerja atau *job order*. Menurutnya, program pelatihan perlu dirancang berdasarkan persyaratan jabatan, standar kompetensi, dan kebutuhan pasar kerja di negara tujuan.

“Pelaksanaan program harus berangkat dari kebutuhan nyata pemberi kerja atau *job order*. Hal ini penting agar kompetensi yang disiapkan melalui pelatihan benar-benar sesuai dengan persyaratan pekerjaan dan kebutuhan pasar kerja luar negeri. Dengan begitu, pelatihan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja yang terampil, tetapi juga membuka peluang penempatan yang lebih jelas dan terarah,” tegas Arman.

Ia menjelaskan, penyiapan tenaga kerja yang terencana dan sesuai kebutuhan pasar menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing calon PMI. Oleh karena itu, lembaga pendidikan tidak hanya diharapkan menghasilkan lulusan yang menguasai keahlian sesuai bidangnya, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan bahasa asing, pemahaman budaya kerja, serta kesiapan menghadapi proses rekrutmen internasional.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BP3MI DKI Jakarta mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan, lembaga pelatihan kerja (LPK), sekolah menengah kejuruan (SMK), perusahaan penempatan, hingga mitra pemberi kerja di luar negeri.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem penyiapan calon PMI yang lebih terarah, mulai dari pendidikan dan pelatihan, pemagangan, peningkatan keterampilan, hingga akses terhadap peluang penempatan kerja yang sesuai prosedur.

Migrant Center Jadi Wadah Kolaborasi

Dalam pertemuan tersebut, rencana pembentukan *Migrant Center* di STIKes Pasar Rebo menjadi salah satu agenda utama. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan mitra penempatan untuk memperkuat persiapan tenaga kesehatan Indonesia yang ingin berkarier di luar negeri.

Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia KP2MI, Abri Danar Prabawa, menyampaikan bahwa keberadaan *Migrant Center* memiliki peran strategis dalam menyelaraskan proses pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

“Pembentukan *Migrant Center* menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan kebutuhan penempatan tenaga kerja di luar negeri. Selain itu, standardisasi lembaga vokasi diperlukan agar proses pelatihan dan penyiapan calon pekerja migran Indonesia berjalan lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional,” ujar Abri.

Menurutnya, penguatan kelembagaan vokasi perlu didukung standar pelatihan yang jelas, tenaga pengajar kompeten, fasilitas praktik yang memadai, serta kurikulum yang relevan dengan persyaratan pekerjaan di negara tujuan.

Dengan pendekatan tersebut, calon tenaga kesehatan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga kesiapan untuk beradaptasi dengan sistem pelayanan kesehatan, standar kerja, serta lingkungan kerja di luar negeri.

STIKes Pasar Rebo Siap Perkuat Kompetensi Lulusan

Dari sisi kesiapan institusi, Pembina Yayasan Bina Insan Medika, Rahmat Dwi Putranto, memaparkan profil dan perkembangan STIKes Pasar Rebo yang berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur.

Perguruan tinggi tersebut berawal dari Akademi Keperawatan yang berdiri pada 17 Desember 1998, kemudian bertransformasi menjadi STIKes pada 2024. Saat ini, STIKes Pasar Rebo menyelenggarakan program studi Diploma Tiga (D3) Keperawatan dan Sarjana (S1) Administrasi Kesehatan.

Rahmat menyampaikan bahwa STIKes Pasar Rebo berkomitmen menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional, berkarakter, dan memiliki daya saing. Komitmen tersebut didukung oleh jejaring mitra rumah sakit serta upaya memperkuat kompetensi lulusan agar mampu menghadapi perkembangan kebutuhan dunia kerja.

Rencana pembentukan *Migrant Center* di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi peluang untuk mengembangkan program pembekalan yang lebih terarah, khususnya bagi lulusan yang berminat memasuki pasar kerja internasional.

Penyiapan tenaga kesehatan untuk bekerja di luar negeri tentunya membutuhkan proses yang matang. Selain kompetensi profesional, calon PMI perlu memperoleh pembelajaran bahasa asing, pelatihan sesuai standar negara tujuan, pengalaman praktik yang relevan, serta sertifikasi yang dipersyaratkan.

Aspek pembiayaan juga menjadi perhatian penting. Informasi mengenai biaya pelatihan, persiapan dokumen, proses rekrutmen, dan penempatan perlu disampaikan secara transparan agar calon PMI dapat mempersiapkan diri tanpa menghadapi ketidakjelasan informasi.

Targetkan Kesepakatan Kerja Sama Sebelum Kelas Khusus Dimulai

Sebagai tindak lanjut penjajakan, para pihak merencanakan percepatan penyusunan nota kesepahaman atau *Memorandum of Understanding* (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Selain itu, agenda lanjutan mencakup pembentukan struktur pengelola *Migrant Center*, pemetaan peluang kerja internasional, serta identifikasi calon pemberi kerja yang membutuhkan tenaga kesehatan Indonesia.

Persiapan kelas khusus tenaga kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja global juga ditargetkan mulai dilaksanakan sebelum Desember 2026. Pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kesiapan institusi dan mitra, ketersediaan fasilitas pelatihan, serta kepastian kebutuhan penempatan kerja.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa program yang dikembangkan tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, tetapi berlanjut menjadi kegiatan konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan lulusan.

Dengan adanya pemetaan kebutuhan pemberi kerja sejak awal, pelatihan dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan jabatan tertentu sehingga kompetensi yang diperoleh peserta lebih relevan dengan peluang kerja yang tersedia.

Perluas Peluang Kerja dengan Tetap Mengedepankan Pelindungan

Melalui penjajakan kerja sama dengan STIKes Pasar Rebo, BP3MI DKI Jakarta berharap pembentukan *Migrant Center* dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan pasar kerja internasional.

Program ini juga diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses tenaga kesehatan Indonesia terhadap peluang karier di luar negeri melalui proses persiapan yang terstruktur, kompetensi yang terukur, serta mekanisme penempatan yang sesuai dengan ketentuan.

Namun, peningkatan peluang kerja harus berjalan seiring dengan pelindungan calon PMI. Pemahaman mengenai kontrak kerja, hak dan kewajiban pekerja, biaya penempatan, legalitas proses rekrutmen, serta saluran pengaduan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan sebelum bekerja ke luar negeri.

Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, lembaga pelatihan, dan mitra penempatan diharapkan dapat melahirkan tenaga kesehatan Indonesia yang profesional, kompeten, dan siap bersaing secara global.

Dengan persiapan yang tepat serta dukungan kelembagaan yang kuat, tenaga kesehatan Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan peluang kerja internasional secara aman dan profesional, sekaligus membawa nama baik bangsa di kancah dunia.

Sumber : Humas BP3MI DKI Jakarta

 

[Wira]

 

By Pimred