TANAH BUMBU – MEDIA KOTA
Respons cepat dalam situasi darurat menjadi salah satu kunci penanganan kebakaran. Hal itu ditunjukkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tanah Bumbu, Syaikul Ansyari, yang turun langsung mengemudikan truk pemadam kebakaran saat insiden kebakaran di Jalan BKW beberapa hari lalu.

Langkah tersebut diambil ketika personel pemadam kebakaran telah bergerak menuju lokasi kejadian, sementara satu unit truk yang masih berada di markas belum dapat diberangkatkan karena tidak tersedia sopir.

Melihat kondisi itu, Syaikul berinisiatif mengambil alih kemudi agar armada yang tersisa dapat segera dikerahkan untuk mendukung penanganan kebakaran.

Kisah tersebut disampaikan Syaikul saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026). Menurutnya, dalam situasi darurat, setiap sumber daya yang tersedia perlu dimanfaatkan secara tepat dengan tetap memperhatikan koordinasi dan keselamatan petugas.
“Anggota sudah turun semua ke lokasi. Masih ada satu mobil, tetapi tidak ada sopirnya,” ungkap Syaikul menceritakan situasi saat itu.
Pernah Mengalami Insiden Serius Saat Memadamkan Kebakaran Lahan
Di balik keterlibatannya dalam penanganan kebakaran, Syaikul juga memiliki pengalaman berat saat bertugas memadamkan kebakaran lahan di kawasan Kampung Baru dan Muara Pagatan pada Bulan Oktober 2026
Saat itu, petugas harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mencapai titik api. Jarak dari bagian depan lokasi menuju titik kebakaran diperkirakan mencapai 500 meter.
Upaya pemadaman sempat membuahkan hasil. Namun, sekitar 15 menit kemudian, api kembali muncul di titik lain dan terus menyebar. Menurut penuturan Syaikul, kebakaran bahkan berkembang hingga lima titik sehingga petugas harus kembali melakukan penanganan.
“Sudah selesai, sekitar 15 menit, kemudian muncul api lagi. Menyebar ke tempat lain. Muncul lagi sampai lima titik,” tuturnya.
Di tengah situasi tersebut, Syaikul ditemukan terbaring di lokasi dan segera mendapat pertolongan. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Pagatan, dilanjutkan ke RS Husada Tanah Bumbu, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Peristiwa itu menjadi salah satu pengalaman serius yang dialaminya selama menjalankan tugas di bidang penanganan kebakaran.
Kesiapsiagaan dan Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas
Pengalaman tersebut memperlihatkan beragam tantangan yang dihadapi petugas pemadam kebakaran di lapangan. Selain menghadapi kobaran api yang dapat berubah dan menyebar sewaktu-waktu, petugas juga dituntut memastikan kesiapan personel, kelayakan armada, serta kelancaran koordinasi dalam setiap operasi.
Inisiatif Syaikul mengemudikan sendiri truk pemadam saat kebakaran di Jalan BKW menjadi salah satu upaya mengatasi kendala operasional ketika sopir tidak tersedia.
Meski demikian, kesiapan personel, pembagian tugas yang jelas, dan keselamatan petugas tetap menjadi aspek penting dalam penanganan keadaan darurat. Respons cepat perlu berjalan beriringan dengan prosedur operasional yang tepat agar upaya pemadaman dapat berlangsung efektif dan aman.
Bagi masyarakat, kehadiran petugas pemadam kebakaran bukan hanya soal kecepatan armada tiba di lokasi, tetapi juga kesiapan personel, koordinasi yang baik, dan kemampuan mengambil langkah tepat untuk mencegah api meluas.
Keterlibatan langsung pimpinan di lapangan menjadi bagian dari upaya menghadapi kendala saat keadaan darurat. Namun, di balik setiap operasi pemadaman, kesiapan seluruh unsur pendukung dan perlindungan terhadap keselamatan petugas tetap menjadi hal yang tidak dapat diabaikan. (Hallion)
