Jakarta, Media Kota –
Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pelindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi bersama Pemerintah Kelurahan Kalibaru, Jakarta Utara, Kamis (16/7/2026), guna mengoptimalkan implementasi Program Desa Migran Emas.
Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Lurah Kalibaru, Marsilam Tambunan, didampingi Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), Okta Armedhia. Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar program pemberdayaan pekerja migran dapat berjalan secara efektif di tingkat wilayah.
Dalam kesempatan itu, Tim Pemberdayaan BP3MI DKI Jakarta memaparkan kembali konsep, tujuan, serta arah kebijakan Program Desa Migran Emas yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Program tersebut bertujuan meningkatkan pelindungan, pelayanan, dan pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia beserta keluarganya melalui pendekatan berbasis wilayah.
Tim juga menyampaikan roadmap pelaksanaan program, termasuk target penyusunan regulasi di tingkat kelurahan sesuai kewenangan yang dimiliki serta pembentukan satuan tugas (Satgas) Desa Migran Emas sebagai pendukung implementasi program di lapangan.
Selain membahas rencana pengembangan program, BP3MI DKI Jakarta turut memaparkan berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi yang telah dilaksanakan bagi masyarakat Kelurahan Kalibaru. Salah satunya adalah pelatihan peningkatan kapasitas usaha bagi Purna Pekerja Migran Indonesia beserta keluarganya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan usaha para purna PMI, BP3MI DKI Jakarta juga telah memfasilitasi salah satu warga Kelurahan Kalibaru untuk memasarkan produknya melalui gerai Migrant Product Corner (EMPICO) yang berada di kantor BP3MI DKI Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Pemberdayaan BP3MI juga menyampaikan informasi mengenai undangan dari Sekretariat Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI untuk mengikuti pembahasan lanjutan terkait Program Desa Migran Emas yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026.
Lurah Kalibaru, Marsilam Tambunan, menyambut baik program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah warga Kelurahan Kalibaru yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia dan menghadapi berbagai tantangan selama bekerja di luar negeri. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat penting.
“Kelurahan Kalibaru memiliki sejumlah warga yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia. Dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi. Kami menyambut baik Program Desa Migran Emas dan berharap sinergi bersama BP3MI DKI Jakarta dapat terus diperkuat sehingga masyarakat memperoleh pelindungan, pendampingan, serta pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Marsilam.
Sementara itu, Kepala BP3MI DKI Jakarta, Kombes Pol. Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan Program Desa Migran Emas tidak dapat dipisahkan dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Desa Migran Emas merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelindungan sekaligus pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia beserta keluarganya. Sinergi antara BP3MI DKI Jakarta dan pemerintah kelurahan menjadi fondasi penting agar program ini berjalan berkelanjutan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menciptakan ekosistem migrasi yang aman, legal, dan produktif,” tegas Arman Muis.
Melalui koordinasi yang terus diperkuat, BP3MI DKI Jakarta bersama Pemerintah Kelurahan Kalibaru optimistis Program Desa Migran Emas dapat diimplementasikan secara optimal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia, sekaligus mendorong terwujudnya kelurahan yang mandiri dan berdaya melalui kontribusi para pekerja migran Indonesia.
[Wira]
