Jakarta – Media Kota
Dalam rangka memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi pasar kerja internasional, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta melakukan koordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta serta Dinas Pendidikan Bidang SMK untuk membahas Program Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)/Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun 2026.
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Selasa (18/8/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi Program SMK Go Global yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Kepala BP3MI DKI Jakarta, Kombes Pol. Dr. Arman Muis, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas sejak bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan bagian penting dalam mencetak calon pekerja migran yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di tingkat global.
“Program SMK Go Global KP2MI menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan peluang kerja luar negeri sekaligus mempersiapkan generasi muda dengan kompetensi yang dibutuhkan. Kami ingin memastikan mereka yang memilih bekerja ke luar negeri tidak hanya memiliki kesempatan untuk berangkat, tetapi juga benar-benar siap dari sisi keterampilan, pengetahuan, serta memahami proses penempatan yang aman,” ujar Kombes Pol. Dr. Arman.
Koordinasi tersebut juga membahas optimalisasi kuota penempatan sebanyak 2.360 orang yang dimiliki BP3MI DKI Jakarta melalui Program SMK Go Global. Kuota tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan persiapan yang matang, mulai dari pelatihan, pendataan calon peserta, hingga kesiapan proses penempatan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin, menyampaikan bahwa besarnya kuota tersebut harus didukung dengan perencanaan yang terukur.
“Kuota penempatan Program SMK Go Global sebanyak 2.360 yang dimiliki BP3MI DKI Jakarta dapat kita maksimalkan bersama. Karena itu, Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) perlu melakukan pemetaan kapasitas kelas, jenis pelatihan, waktu kesiapan, serta kebutuhan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program,” jelas Syaripudin.
Selain kesiapan pelatihan, rapat koordinasi juga membahas pemetaan calon peserta. Berdasarkan pendataan sebelumnya, terdapat sekitar 1.000 alumni SMK yang menyatakan minat untuk bekerja di luar negeri. Data tersebut akan dilakukan validasi lebih lanjut guna memastikan peserta yang mengikuti program benar-benar memiliki minat, kesiapan, dan komitmen mengikuti seluruh tahapan pelatihan hingga proses penempatan.
Program SMK Go Global tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan kerja, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai peluang kerja luar negeri, negara tujuan, persyaratan, hingga mekanisme penempatan PMI yang aman dan sesuai prosedur.
Aspek sosialisasi juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program. Informasi mengenai SMK Go Global akan diperluas kepada kepala sekolah, siswa, alumni, serta orang tua agar masyarakat memahami peluang kerja internasional secara benar dan tidak mudah terjebak pada praktik penempatan ilegal.
Dinas Pendidikan Bidang SMK menyatakan kesiapan untuk mendukung penyebarluasan informasi dan pendaftaran program kepada sekolah-sekolah SMK di wilayah DKI Jakarta.
Melalui sinergi antara BP3MI DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan satuan pendidikan, Program SMK Go Global diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi lulusan SMK untuk mendapatkan peluang kerja internasional dengan bekal kompetensi yang sesuai kebutuhan industri global.
Dengan persiapan yang baik, lulusan SMK Indonesia diharapkan mampu menjadi pekerja migran yang profesional, mandiri, berdaya saing, serta memahami pentingnya proses penempatan PMI yang aman dan prosedural.
Humas BP3MI DKI Jakarta
[Wira]
