JAKARTA, MEDIA KOTA —
Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta terus memperkuat kesiapan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar mampu bersaing di pasar kerja internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program SMK Go Global berupa pelatihan dan sertifikasi Operator Mesin Computer Numerical Control (CNC) serta Bahasa Inggris yang dilaksanakan bersama Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta.
Kegiatan pembukaan pelatihan berlangsung di Aula BDI Jakarta, Senin (26/10/2026), dengan dihadiri Kepala BP3MI DKI Jakarta Arman Muis, Kepala BDI Jakarta Ali Khomaini, perwakilan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), serta sejumlah mitra yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
Kepala BP3MI DKI Jakarta, Arman Muis, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan penting bagi para peserta untuk meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja global.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara disiplin dan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam meniti karier di luar negeri.
“Manfaatkan kesempatan melalui Program SMK Go Global ini dengan sebaik-baiknya. Ikuti seluruh rangkaian pelatihan secara disiplin, tingkatkan keterampilan, dan persiapkan diri agar mampu bersaing di dunia kerja internasional. Saya juga mengingatkan agar seluruh proses penempatan nantinya dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur,” ujar Arman.
Menurutnya, kompetensi yang memadai harus diimbangi dengan pemahaman mengenai prosedur penempatan, hak dan kewajiban pekerja, serta pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan selama bekerja di luar negeri.
Arman juga menekankan bahwa pelindungan PMI merupakan tanggung jawab negara yang mencakup tahapan sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah selesai bekerja. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Karena itu, peserta diharapkan aktif berkomunikasi, tidak ragu menyampaikan kendala melalui saluran pengaduan resmi, serta bijak menggunakan media sosial.
“Persiapkan diri dengan baik agar dapat bekerja secara aman, profesional, dan membawa nama baik Indonesia,” tegasnya.
60 Peserta Lulus Seleksi
Program SMK Go Global ini diikuti peserta yang telah melalui proses seleksi. Kepala BDI Jakarta, Ali Khomaini, mengungkapkan bahwa dari 67 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 60 orang dinyatakan lulus.
Pada hari pembukaan, sebanyak 51 peserta hadir, sementara sembilan peserta lainnya masih dalam proses konfirmasi kehadiran.
Ali berharap para peserta dapat memanfaatkan program tersebut secara maksimal, menyerap pengetahuan dan keterampilan dari para instruktur, serta mematuhi seluruh ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja selama pelatihan.
Pelatihan direncanakan berlangsung selama sekitar 296 jam pelajaran. Durasi tersebut diharapkan memberikan ruang yang cukup bagi peserta untuk memperdalam kompetensi teknis pengoperasian mesin CNC sekaligus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja internasional.
Kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan berbahasa asing dinilai penting untuk membantu calon PMI beradaptasi dengan standar kerja, instruksi teknis, serta komunikasi profesional di negara tujuan.
Libatkan Pemerintah, Lembaga Pelatihan, dan Mitra Swasta
Dukungan terhadap pelaksanaan program juga disampaikan Dewi Maryam, Analis Kebijakan Ahli Muda yang mewakili Direktur Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia KP2MI.
Dewi menegaskan bahwa Program SMK Go Global merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempersiapkan calon PMI yang kompeten, terampil, dan terlindungi. Melalui program ini, peserta diharapkan memiliki bekal yang sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja sekaligus memahami mekanisme bekerja ke luar negeri secara aman dan sesuai ketentuan.
Ia turut mengapresiasi kolaborasi antara BDI Jakarta, BP3MI DKI Jakarta, Direktorat Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, PT Bina Adidaya Mandiri Internasional, dan PT Binawan Inti Utama.
Sinergi berbagai pihak tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pelatihan sekaligus memperluas akses informasi mengenai peluang kerja bagi para peserta.
Peserta Dibekali Informasi Penempatan Kerja
Selain mendapatkan pembekalan keterampilan, peserta juga menerima informasi mengenai prosedur dan mekanisme penempatan PMI melalui sesi pemaparan yang menghadirkan Endah Dwi, Pengantar Kerja Ahli Madya dari Direktorat Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI.
Dalam paparannya, Endah menjelaskan berbagai aspek penting yang perlu dipahami calon PMI, mulai dari manfaat pelatihan, peluang dan tantangan bekerja di luar negeri, persyaratan administrasi, dokumen penempatan, skema penempatan, Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), hingga biaya penempatan.
Pembekalan tersebut bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta agar tidak hanya berorientasi pada peluang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mengetahui prosedur resmi dan aspek pelindungan yang harus diperhatikan sebelum mengambil keputusan untuk bekerja di luar negeri.
Peserta turut memperoleh informasi peluang kerja dari perwakilan PT Bina Adidaya Mandiri Internasional dan PT Binawan Inti Utama. Materi yang disampaikan meliputi jabatan yang dibutuhkan, negara tujuan penempatan, tahapan rekrutmen, kisaran gaji, serta fasilitas yang disediakan oleh pemberi kerja.
Informasi tersebut diharapkan membantu peserta mengenali kebutuhan pasar kerja dan mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi secara lebih matang.
Rangkaian pembukaan kegiatan ditandai dengan penyerahan training kit secara simbolis kepada perwakilan peserta dan sesi foto bersama, sebelum dilanjutkan dengan pemaparan informasi penempatan kerja.
Dorong PMI Kompeten dan Terlindungi
Melalui Program SMK Go Global, BP3MI DKI Jakarta berharap pelatihan dan sertifikasi Operator Mesin CNC serta Bahasa Inggris dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang ingin berkarier di pasar kerja internasional.
Program ini tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada kesiapan mental, kemampuan komunikasi, pemahaman prosedur penempatan, serta kesadaran terhadap pentingnya pelindungan pekerja migran.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan pihak swasta diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak calon PMI memperoleh akses terhadap pelatihan berkualitas dan informasi peluang kerja yang sesuai dengan kompetensinya.
Dengan persiapan yang matang dan proses penempatan melalui jalur resmi, calon PMI diharapkan mampu bekerja secara profesional, memperoleh pelindungan sesuai ketentuan, serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan bangsa.
Sumber : Humas BP3MI DKI Jakarta
[Wira]
