• Jum. Mar 13th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Gempa Megathrust Mengancam Pantai Cipatujah Tasikmalaya

ByWira

Mei 2, 2024

Tasikmalaya, mediakota-online.com

BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung menggelar sekolah lapang Gempa dan Tsunami di Kawasan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, selasa (30/4/2024).

Selain untuk mengantisipasi kerawanan dampak bencana gempa dan tsunami, peserta mendapat pelatihan dan pemahaman bagaimana membantu penyelamatan masyarakat dari bencana

“Sekolah lapang Gempa dan Tsunami ini bertujuan membangun masyarakat tanggap tsunami dan mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai desa yang siap menghadapi bahaya tsunami,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kalas 1 Bandung Teguh Rahayu di Kawasan Cikawung Ading

BMKB melakukan pemodelan bahaya tsunami dalam bentuk peta bahaya tsunami di 5 kabupaten di wilayah Jawa barat yang memiliki pesisir selatan diantaranya Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran akibat subduksi selatan jawa di wilayah Jawa Barat.

 

Pantai Cipatujah jadi salah satu wilayah selatan jawa yang memiliki potensi terkena dampak gempa megathrust dengan kekuatan 8,7 skala richter. Imbas gempa dahsyat ini akan terjadi gelombang tsunami setinggi 15 meter yang diprediksi sampai tepi Pantai Cipatujah 23 menit pasca kejadian gempa.

 

Dijelaskan Plt Deputi Geofisika BMKG pusat Hanif Andi Nugraha, potensi gempa megathrus ada di Indonesia. Seluruh wilayah ada potensi gempa dan tsunami. Pihaknya sudah melakukan simulasi perhitungan dan pemodelan jika terjadi gempa megathrust dengan kekuatan 8,7 skala richter.

 

“Diprediksi akan terjadi gelombang tsunami setinggi 15 meter dan akan tiba di Pantai Cipatujah dalam waktu 23 menit. Ini simulasi kami,” ungkap Hanif

Jika terjadi megathrust, tambah Hanif bagaimana caranya bisa menyelamatkan masyarakat di Cipatujah dalam kurun waktu 23 menit. “Inilah inti dari sekolah lapang gempa dan tsunami,” jelasnya.

 

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengapresiasi BMKG yang telah melakukan sekolah lapang gempa dan tsunami di Cipatujah yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan mulai masyarakat, tukoh agama, relawan bencana, media massa, kepolisian, TNI, Tagana BPBD hingga unsur SAR

“Kami berterimakasih pada teman-teman BMKG adakan sekolah lapang gempa dan tsunami di kita. Kita sendiri tahu bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi kerawanan bencana cukup tinggi,” kata Ade Sugianto.

 

Pemerintah daerah, tambah Ade sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah fatalitas jika terjadi gempa dan tsunami. Selain sosialisasi dan pelatihan, juga pembentukan desa tanggap darurat bencana

“Terbaru, kami akan membentuk santri dan siswa taruna bencana,” pungkasnya. [Ayi Darajat]

By Wira