Tasikmalaya, MediaKota-online.com
Wajah baru kawasan Alun-alun Singaparna, saat ini jauh berbeda dengan konsep awal sebagai ruang publik yang terlihat rapi, indah dan nyaman bagi warga masyarakat.

Selain padatnya volume kendaraan yang melintasi jalan provinsi ini, Alun-alun Singaparna yang diresmikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 14 Januari 2023 lalu, lokasinya berdekatan dengan terminal dan pasar.
Akibatnya, pengguna jalan tampak tersendat dan pejalan kaki kesulitan untuk menyeberang jalan. Selain itu, menjadi lahan parkir kendaraan roda empat serta PKL yang memenuhi area alun-alun.
Melihat kondisi seperti ini, Kepala bidang jalan dan lalu lintas Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya Eka Prasetya Esabara, S.STP. M.Si, mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan penataan secara menyeluruh dilingkungan dan kawasan Alun-alun Singaparna.
“Konsep menata kawasan Alun-alun Singaparna yang akan diterapkan, berdasarkan kajian analisis hasil investigasi akademik. Hal ini dilakukan agar tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, kenyamanan dan kelancaran ,” ungkapnya
Upaya lainnya adalah melakukan pembinaan kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar kawasan Alun-alun, seperti kepada para pengemudi angkutan umum, gojek, pedagang kaki lima, petugas parkir, para pengunjung Alun alun termasuk di kawasan terminal.
Setelah itu Dishubkominfo, melakukan pengawasan dan evaluasi atas perlengkapan jalan, rambu-rambu lalu lintas yang ada, lokasi tempat parkir yang tersedia serta meminimalisir hambatan agar arus lalu lintas tetap lancar.
Upaya ini ujar Kabid Lalin Eka Prasetya Esabara, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar, untuk mematuhi rambu-rambu yang ada serta turut menjaga ketertiban dan kelancaran berlalu lintas.
Hasil dari pengawasan dan evaluasi atas ruas jalan di alun-alun Singaparna ini, dijadikan bahan kajian manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk diajukan ke pemerintah provinsi Jawa Barat. [Ayi]
