• Kam. Apr 23rd, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Jembatan Mangkrak di Tanjung Samalantakan Kotabaru: Dua Tahun Terbengkalai, Warga Tanjung Samalantakan Merasa ‘Ditinggalkan Pemkab KotaBaru

ByWira

Apr 21, 2026

Kotabaru — Mediakota-online.com 21 April 2026 -Harapan yang sempat menyala di Desa Tanjung Samalantakan, Kecamatan Pamukan Selatan, kini berubah menjadi kekecewaan mendalam. Tiga unit jembatan yang digadang-gadang menjadi solusi keterisolasian wilayah itu justru terbengkalai sejak mulai dibangun pada 2024. Hingga kini, proyek tersebut belum menunjukkan kejelasan arah, memicu keresahan warga yang merasa seolah luput dari perhatian.

Di tengah janji pembangunan yang digaungkan, kondisi di lapangan berbicara sebaliknya. Rangka jembatan yang tak kunjung rampung berdiri bisu, menjadi simbol harapan yang tertunda. Bagi masyarakat setempat, ini bukan sekadar proyek infrastruktur yang mangkrak, melainkan persoalan serius yang menyentuh langsung denyut kehidupan sehari-hari.

Proyek ini dimulai pada masa kepemimpinan Bupati Kotabaru, Said Japar. Namun hingga akhir masa jabatannya, pembangunan belum terselesaikan. Kini, di bawah kepemimpinan Bupati H. Muh Rusli, warga mengaku belum melihat perkembangan signifikan terkait kelanjutan proyek tersebut.

“Sudah lebih dari dua tahun jembatan itu terbengkalai. Kami seperti ditinggalkan begitu saja. Padahal itu satu-satunya harapan kami untuk keluar dari keterisolasian,” ujar Amrullah, warga setempat, dengan nada penuh kekecewaan.

Selama ini, Desa Tanjung Samalantakan dikenal sebagai wilayah yang sulit dijangkau. Akses utama masih mengandalkan transportasi laut yang terbatas dan berisiko, terutama saat cuaca tidak bersahabat. Kondisi ini berdampak luas—mulai dari mahalnya distribusi barang, terbatasnya akses pendidikan, hingga sulitnya layanan kesehatan dalam situasi darurat.

Sebelumnya, pembangunan jalan oleh pemerintah daerah sempat membawa angin segar. Warga berharap akses darat akan membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup. Namun tanpa jembatan penghubung, jalan tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami bersyukur jalan sudah dibangun. Tapi tanpa jembatan, manfaatnya belum bisa kami rasakan sepenuhnya. Kami berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi ini,” kata Bedu Sani , warga lainnya.

Situasi ini menempatkan masyarakat pada posisi yang serba sulit. Aktivitas ekonomi terhambat, mobilitas terbatas, dan keselamatan kerap dipertaruhkan saat harus menempuh jalur laut. Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus menunda perjalanan penting karena faktor cuaca.

Warga pun mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret. Mereka berharap proyek pembangunan tiga jembatan tersebut kembali dianggarkan dan diprioritaskan, mengingat dampaknya yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi secara terbuka dari pihak pemerintah daerah terkait kepastian kelanjutan proyek tersebut. Namun, dalam konfirmasi kepada awak media melalui pesan singkat, WhatsApp Kepala Dinas PUPR KotaBaru menyampaikan bahwa proses kontrak pembangunan jembatan Tanjung Samalantakan direncanakan mulai dilakukan dalam pekan ini.

Pernyataan tersebut memberi secercah harapan, meski warga masih menunggu realisasi nyata di lapangan. Di tengah ketidakpastian yang berlarut, masyarakat Tanjung Samalantakan hanya menginginkan satu hal yang sederhana: akses yang layak demi kehidupan yang lebih baik.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah pemerintah selanjutnya—apakah janji akan benar-benar ditepati, atau jembatan itu akan terus menjadi simbol harapan yang tertunda.”(Hallion)

By Wira