Mediakota-online.com
Seluma, Bengkulu – Para petani di Desa Air Latak, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan kondisi drainase siring irigasi yang mengalami pendangkalan. Akibatnya, fungsi irigasi menjadi tidak maksimal dan mengganggu aktivitas pertanian.

Kepala Desa Air Latak, Resuan Efendi, menyampaikan keluhan ini kepada tim Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Wilayah Bengkulu, yang diketuai oleh Syamsuyudi SH. Menurutnya, pendangkalan drainase telah berlangsung cukup lama dan semakin parah dari waktu ke waktu.

“Kami sangat berharap pemerintah terkait dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini. Drainase yang dangkal perlu dikeruk kembali agar irigasi dapat berfungsi optimal,” ujar Resuan Efendi.
Pendangkalan drainase menyebabkan aliran air menjadi tidak lancar dan bahkan tersumbat. Hal ini mengakibatkan sawah-sawah petani kesulitan mendapatkan pasokan air yang cukup, terutama pada musim kemarau. Akibatnya, hasil panen menjadi menurun dan kesejahteraan petani terancam.
Tim BPI KPNPA RI Wilayah Bengkulu berjanji akan menyampaikan keluhan para petani ini kepada pihak-pihak terkait. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah pendangkalan drainase di Desa Air Latak.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar permasalahan ini dapat segera ditangani. Irigasi merupakan Sumber Kehidupan bagi pertanian, sehingga perlu dijaga dan dipelihara dengan baik,” kata Syamsuyudi SH.
[Syamsuyudi]
