Bekasi – mediakota-online.com
Keputusan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Bogor oleh unsur terkait Sistem Keuangan Desa (SiskeuDes) kini menuai kritik tajam. Pasalnya, agenda tersebut dilaksanakan bertepatan dengan proses penyaluran BLTS Kesra di Kecamatan Tambun Utara — sebuah momen penting yang menuntut kehadiran penuh aparat pendamping seperti BumDes, KPM, dan PSM.

Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap pendampingan saat pencairan bantuan, dorongan kuat dari pihak SiskeuDes untuk tetap menggelar Bimtek di luar daerah dianggap warga sebagai langkah yang tidak sensitif, bahkan terkesan lebih mementingkan agenda internal daripada kebutuhan mendesak warga yang menunggu bantuan.
Beberapa tokoh masyarakat menilai bahwa sikap tersebut memunculkan kesan ambisi berlebihan terhadap kegiatan Bimtek.
“Bimtek itu penting, tapi masa harus memaksa di waktu yang jelas-jelas bertabrakan dengan pelayanan bantuan? Itu yang membuat masyarakat bertanya-tanya,” ujar seorang tokoh warga.
Kritik semakin menguat setelah banyak warga melihat langsung bahwa penyaluran BLTS Kesra berjalan tanpa pendamping lengkap, sehingga menimbulkan antrean panjang dan kebingungan teknis di lapangan. Kondisi ini mempertegas pertanyaan publik: mengapa SiskeuDes begitu ngotot menjalankan Bimtek di hari yang tidak strategis tersebut?
Hingga saat ini belum ada penjelasan terbuka dari pihak SiskeuDes mengenai alasan pemilihan jadwal yang berbenturan dengan prioritas pelayanan sosial. Minimnya komunikasi ini memicu berbagai spekulasi dan memperkuat persepsi bahwa SiskeuDes lebih mengejar agenda pelatihan daripada memastikan pelayanan kepada warga berjalan maksimal.
Masyarakat mendesak agar pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan klarifikasi resmi agar tidak semakin banyak tudingan dan kecurigaan yang beredar di tingkat desa.
[Deden]
