BEKASI – mediakota-online.com
Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan relawan SAMATRI Koordinator Wilayah (Korwil) 1 untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi. Hal itu terlihat dalam kegiatan buka puasa bersama yang diikuti para pengurus dan relawan dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.
Kegiatan tersebut dihadiri para ketua chapter dari wilayah Pondok Gede, Pondok Melati, Jatiasih, dan Jatisampurna, serta jajaran pengurus dan Koordinator Kelurahan (Korhan) se-Korwil 1. Suasana kebersamaan terasa hangat, namun pertemuan itu juga diisi dengan diskusi serius terkait berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam forum tersebut, para relawan membahas sejumlah isu yang kerap menjadi keluhan warga, seperti banjir yang masih terjadi di beberapa titik, persoalan pengelolaan sampah, hingga kemacetan lalu lintas yang semakin terasa seiring pesatnya perkembangan kawasan di Kota Bekasi.
Selain itu, relawan juga menyoroti pentingnya penataan dan pemanfaatan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum) agar dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat.
Ketua Korwil 1 sekaligus Wakil Ketua Umum Relawan SAMATRI, Kang Abel, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi.
Menurutnya, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyamakan langkah para relawan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
“Momentum ini bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat konsolidasi relawan agar lebih solid dalam menyampaikan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa setelah Idulfitri, pihaknya bersama sekitar 80 pengurus relawan berencana melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Bekasi, khususnya dengan jajaran kecamatan dan kelurahan di wilayah Korwil 1.
Audiensi tersebut bertujuan menyampaikan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat agar dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi yang tepat.
Bagi relawan SAMATRI, keberadaan mereka tidak hanya sebagai penyalur aspirasi warga, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengidentifikasi persoalan yang terjadi di lapangan.
Melalui sinergi antara relawan dan pemerintah, diharapkan berbagai persoalan perkotaan seperti banjir, sampah, hingga kemacetan dapat ditangani lebih cepat dan efektif demi terciptanya Kota Bekasi yang lebih harmonis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
[Gionk]
