Bekasi, — mediakota-online.com
Kecelakaan besar yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Insiden ini menimbulkan duka mendalam serta berdampak signifikan terhadap operasional transportasi kereta api di wilayah Bekasi.
Hingga Selasa pagi (28/4/2026) pukul 07.00 WIB, seluruh korban yang sempat terjepit berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup. Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian guna memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa total korban dalam insiden ini mencapai 88 orang, dengan rincian 7 orang meninggal dunia dan 81 lainnya mengalami luka-luka.
“Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 7 orang dan korban luka sebanyak 81 orang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh korban meninggal merupakan penumpang KRL. Para korban luka saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Penanganan Korban
Di RSUD Kota Bekasi, tiga korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi, yaitu:
Nuryati (62)
Enggar Retno K (35)
Nurlaela (30)
Selain menangani korban meninggal, RSUD Kota Bekasi juga merawat sekitar 50 korban luka. Sementara itu, korban lainnya dirujuk ke beberapa rumah sakit lain, seperti:
RS Mitra Plumbon
RS Siloam Bekasi
Puluhan korban luka lainnya masih dalam penanganan intensif oleh tim medis.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan terjadi saat KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti menunggu sinyal di Stasiun Bekasi Timur.
Menurut Bobby Rasyidin, sebelum tabrakan terjadi, terdapat insiden lain di perlintasan sebidang.
“Diduga sebelumnya terjadi temperan kendaraan di perlintasan JPL 85 yang menyebabkan gangguan pada sistem perjalanan kereta di wilayah Bekasi Timur,” jelasnya.
Gangguan tersebut diduga memengaruhi sistem operasional hingga akhirnya memicu kecelakaan utama.
Kondisi Penumpang dan Petugas
Pihak KAI memastikan bahwa masinis KA Argo Bromo Anggrek beserta seluruh petugas dalam kondisi selamat.
Selain itu, sekitar 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek juga dilaporkan selamat dan telah dievakuasi dengan cepat pascakejadian.
Dampak Operasional
Akibat kecelakaan ini, beberapa rangkaian KRL masih berada di lokasi kejadian hingga Selasa pagi. Hal tersebut menyebabkan operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur dihentikan sementara.
Untuk menjaga kelancaran layanan, perjalanan KRL hanya dibatasi sampai Stasiun Bekasi.
Investigasi Penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada KNKT untuk menyelidiki secara detail penyebab kecelakaan ini,” pungkas Bobby.
Pemerintah bersama KAI menegaskan bahwa penanganan korban, pemulihan operasional, serta investigasi menyeluruh menjadi prioritas utama dalam merespons tragedi ini.
[Wira]
