TanBu – Mediakota-online.com Suasana tenang di Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Minggu pagi (7/6/2026). Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahun berinisial OK dilaporkan hilang dan diduga tenggelam saat berenang di sebuah kolam retensi atau kolam galian di wilayah tersebut.
Peristiwa yang mengundang perhatian warga itu terjadi sekitar pukul 09.00 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui datang ke lokasi bersama tiga orang temannya untuk mandi dan berenang.
Salah seorang teman korban, Putra, menuturkan bahwa saat itu mereka sedang bermain air di kolam yang memiliki bagian cukup dalam. Namun, di tengah aktivitas tersebut, korban tiba-tiba mengalami kesulitan saat berenang.
“Korban sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya tenggelam dan tidak terlihat lagi,” ujar Putra.
Mendengar teriakan tersebut, Putra mengaku sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun upaya itu tidak berhasil karena korban dengan cepat menghilang ke dalam air.
Setelah gagal menyelamatkan temannya, Putra bergegas menuju permukiman warga untuk meminta bantuan. Warga yang datang ke lokasi kemudian melakukan pencarian awal, namun korban tidak ditemukan di permukaan kolam.
Kabar hilangnya bocah tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian masyarakat. Ratusan warga tampak berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan proses pencarian yang berlangsung sejak pagi.
Pihak kepolisian yang menerima laporan segera bergerak menuju lokasi kejadian. Aparat bersama warga melakukan penyisiran di sekitar area kolam guna mencari keberadaan korban.
Kasat Polairud Polres Tanah Bumbu, Ipda Akhmad Ubaidillah, membenarkan adanya laporan kecelakaan air yang melibatkan seorang anak di bawah umur.
“Saat ini anggota masih melakukan proses pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi korban dilaporkan hilang,” ujar Ipda Akhmad Ubaidillah.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Warga berharap korban dapat segera ditemukan, sementara petugas mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di area perairan, terutama di lokasi kolam galian yang memiliki kedalaman tidak merata.”(Hallion)
