• Sel. Jun 9th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Tragedi Bocah 10 Tahun Tenggelam di kolam Retensi ditemukan Meninggal  Danau Retensi Arraudah 6 Desa Barokah,Setelah 9 Jam Pencarian oleh Tim SAR : Warga Minta  Pagar Pengaman Segera Dipasang

ByWira

Jun 8, 2026

TanBu – Mediakota-online.com

Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti kawasan Danau Retensi Komplek Arraudah 6, Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (7/6/2026) sore. Setelah dilakukan pencarian intensif selama kurang lebih sembilan jam, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan Oktovelo Kandy Irawan (10), bocah laki-laki yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di danau retensi tersebut.

Korban ditemukan sekitar pukul 18.20 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan jasad korban sontak memecah kesunyian lokasi pencarian. Isak tangis keluarga dan warga yang sejak pagi menunggu kabar baik tak lagi terbendung saat proses evakuasi dilakukan oleh tim penyelamat.

SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa korban ditemukan tidak jauh dari titik awal lokasi diduga tenggelam.

“Korban berhasil ditemukan di kedalaman sekitar 10 meter dari lokasi yang diduga menjadi titik awal kejadian,” ujarnya pada Minggu malam.

Proses pencarian berlangsung penuh tantangan. Tim penyelam menghadapi kondisi air yang sangat keruh dengan tingkat jarak pandang nyaris nol meter akibat pekatnya lumpur dan endapan di dasar danau retensi. Kondisi tersebut membuat upaya pencarian harus dilakukan dengan ekstra hati-hati dan penuh ketelitian.

Meski menghadapi berbagai kendala, personel gabungan terus melakukan penyelaman dan penyisiran menggunakan perahu karet hingga akhirnya tubuh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke permukaan.

Setelah berhasil diangkat dari dasar danau, jasad Oktovelo langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Marina Batulicin untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Operasi pencarian melibatkan puluhan personel gabungan dari Unit Siaga SAR Batulicin, Brimob Tanah Bumbu, Satpolairud Polres Tanah Bumbu, BPBD, Damkar, Babinsa, PT Jhonlin Rescue, serta unsur TNI-Polri dan relawan setempat.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Warga Desak Pagar Kawat dan Sistem Pengamanan Permanen

Tragedi yang merenggut nyawa bocah berusia 10 tahun tersebut memunculkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat sekitar. Sejumlah warga berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Warga meminta pemerintah daerah, pengelola kawasan, serta pihak terkait untuk segera melakukan langkah-langkah pengamanan permanen di sekitar Danau Retensi Arraudah 6. Salah satu usulan yang paling banyak disampaikan adalah pemasangan pagar kawat atau pagar pengaman mengelilingi area danau retensi, terutama pada titik-titik yang rawan dijangkau anak-anak.

Menurut warga, keberadaan pagar pengaman sangat penting untuk membatasi akses langsung ke bibir danau sekaligus menjadi bentuk perlindungan bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang sering bermain di sekitar kawasan tersebut.

Selain pemasangan pagar kawat, warga juga meminta agar dipasang papan pengumuman dan rambu-rambu peringatan berukuran besar di beberapa titik strategis yang mudah terlihat oleh masyarakat.

Papan peringatan tersebut diharapkan memuat pesan-pesan keselamatan

Warga menilai keberadaan rambu peringatan dan pagar pengaman bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Danau ini cukup dalam dan berbahaya. Perlu pagar pengaman dan papan larangan berenang agar masyarakat, khususnya anak-anak, lebih terlindungi,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Imbauan Keselamatan

Basarnas dan seluruh unsur terkait kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, kolam, danau retensi maupun perairan terbuka lainnya.

Para orang tua diimbau untuk selalu mengawasi anak-anak ketika bermain di sekitar area perairan serta memastikan mereka tidak melakukan aktivitas berisiko tanpa pendampingan orang dewasa.

Tragedi meninggalnya Oktovelo Kandy Irawan menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Diharapkan kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengamanan di kawasan danau retensi sehingga tidak ada lagi keluarga yang harus merasakan duka mendalam akibat musibah serupa di masa mendatang.”(Hallion)

By Wira