TanBu – Mediakota-online.com
Pemerintah Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, mulai mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan warga dengan memasang papan informasi dan larangan di area Kolam Retensi Araudah 6 yang berada di kawasan permukiman Desa Barokah.
Pemasangan papan larangan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Barokah, Markuad, bersama perangkat desa sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap potensi kecelakaan yang dapat terjadi di lokasi tersebut, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang kerap menjadikan area kolam retensi sebagai tempat bermain maupun berenang.
Menurut Markuad, langkah ini dilakukan sebagai respons atas peristiwa tragis yang belum lama ini terjadi, yakni meninggal dunianya seorang anak berusia 10 tahun bernama Oktovelo Kandy Irwan akibat tenggelam di kawasan kolam retensi tersebut.
“Peristiwa yang menimpa ananda Oktovelo Kandy Irwan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. Kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga agar tidak ada lagi korban serupa di kemudian hari,” ujar Markuad saat ditemui di lokasi pemasangan papan larangan.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan papan informasi dan larangan tersebut bertujuan memberikan edukasi sekaligus peringatan kepada masyarakat mengenai bahaya yang dapat mengancam apabila beraktivitas di sekitar kolam retensi yang bukan diperuntukkan sebagai tempat wisata maupun sarana rekreasi.
Kolam retensi memiliki fungsi utama sebagai sarana pengendalian dan penampungan air untuk mengurangi risiko banjir. Kondisi kedalaman air yang tidak menentu, struktur dasar kolam yang licin, serta minimnya fasilitas keselamatan menjadikan area tersebut berisiko tinggi bagi masyarakat, terutama anak-anak.
“Kami berharap seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, dapat meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak bermain atau berenang di kawasan kolam retensi. Kesadaran dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya musibah,” tambahnya.
Markuad juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut berperan dalam upaya pencegahan tersebut, mulai dari Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat hingga aparat kepolisian yang selama ini membantu memberikan edukasi dan pengawasan kepada warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, Ketua RT dan RW serta jajaran kepolisian yang telah ikut membantu dalam upaya menjaga keselamatan lingkungan,” katanya.
Lebih lanjut, Pemerintah Desa Barokah berkomitmen untuk terus melakukan pendataan terhadap titik-titik yang dianggap rawan serta memasang papan peringatan di sejumlah lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Selain itu, pemerintah desa juga akan memperkuat koordinasi dengan pihak kecamatan, instansi terkait, dan aparat kepolisian guna meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya aktivitas di area-area berisiko tinggi.
“Pemasangan papan informasi ini merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kolam retensi bukanlah destinasi wisata, bukan tempat berenang, dan bukan pula area bermain bagi anak-anak maupun remaja. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama yang harus kita jaga bersama,” tegas Markuad.
Melalui langkah preventif ini, Pemerintah Desa Barokah berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga area kolam retensi tidak lagi dijadikan lokasi bermain atau berenang. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan tidak ada lagi kejadian yang membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.
Rahman Sekdes Pemerintah Desa Barokah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mematuhi imbauan keselamatan, serta mengingatkan satu sama lain demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari risiko kecelakaan, “Ungkapnya.
(Hallion)
