BEKASI – mediakota-online.com
Guna memperkuat syiar digital dan meningkatkan keterampilan literasi media di kalangan warga Nahdliyin, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi menggelar Pelatihan Jurnalistik dan Media Sosial (Medsos). Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (27/5) bertempat di Aula Gedung El-Saeed NU Center PCNU Kota Bekasi.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua PCNU Kota Bekasi, KH. Ayi Nurdin, S.HI, M.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya bagi kader NU untuk menguasai ruang digital sebagai sarana dakwah yang strategis di era modern.
Acara yang dihelat mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua PCNU Kota Bekasi, KH. Ayi Nurdin, S.HI, M.H. berjalan interaktif dan diikuti oleh puluhan peserta yang merupakan representasi dari pengurus NU, lembaga, serta berbagai Badan Otonom (Banom) NU se-Kota Bekasi, seperti GP Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU.Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya bagi kader NU untuk menguasai ruang digital sebagai sarana dakwah yang strategis di era modern.
Untuk memberikan bobot materi yang praktis dan aplikatif, panitia menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi pertama mengenai dinamika media lokal dan pengelolaan media sosial disampaikan oleh Deni Ardini dari Info Bekasi. Sementara materi kedua yang mengupas tuntas teknik penulisan berita dan kode etik jurnalistik diulas oleh Ahmad Naufa, Redaktur NU Online.
“Di era keterbukaan informasi ini, warga NU—khususnya generasi muda di Banom—harus mampu memproduksi konten yang positif, edukatif, sekaligus meluruskan berbagai misinformasi yang beredar di ruang digital,” ujar salah satu panitia di sela-sela acara.
Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali kemampuan dasar mulai dari teknik berburu berita, menulis dengan gaya jurnalistik yang renyah namun akurat, hingga strategi mengoptimalkan media sosial sebagai sarana dakwah yang inklusif.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, PCNU Kota Bekasi berharap lini media sosial milik NU dan Banom di tingkat kota hingga kecamatan dapat bergerak lebih aktif, kreatif, dan terstruktur dalam menyebarkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. (Irul)
