• Ming. Mei 24th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Makassar – mediakota-online.com

Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (BEM PTMA) menggelar diskusi publik terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian penting dalam mendukung pembangunan pendidikan nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Corner Halaman Universitas Muhammadiyah Makassar dan menjadi rangkaian lanjutan dari Rapat Koordinasi Wilayah BEM PTMA Indonesia Timur.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus Pusat BEM PTMA Indonesia Yogi Syahputra Alidrus, Koordinator Wilayah BEM PTMA Indonesia Timur Baso Agung, serta para Ketua BEM PTMA dari berbagai wilayah Indonesia Timur, di antaranya BEM UM Manado, BEM UM Gorontalo, BEM UM Polman, BEM UM Palu, dan BEM UM Makassar.

Dalam forum tersebut, Yogi Syahputra Alidrus menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang harus dikawal bersama agar implementasinya benar-benar memberikan dampak nyata kepada masyarakat, khususnya peserta didik sebagai penerima manfaat utama.

Menurutnya, besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program tersebut harus diiringi dengan pengawasan yang serius agar tepat sasaran dan mampu menjawab persoalan mendasar bangsa, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan anak.

“Program MBG bukan hanya soal pembagian makanan, tetapi bagaimana negara hadir memastikan generasi muda mendapatkan hak dasar untuk tumbuh sehat dan belajar dengan optimal,” ujar Yogi dalam diskusi tersebut.

Berdasarkan data pemerintah hingga 12 Mei 2026, jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis telah mencapai 61,99 juta orang. Angka tersebut setara dengan 74,8 persen dari target nasional sebanyak 82,9 juta penerima manfaat pada akhir tahun 2026.

Lebih lanjut, Yogi menilai bahwa pendidikan tidak hanya berbicara mengenai ruang kelas, kurikulum, maupun tenaga pengajar, tetapi juga menyangkut kesiapan fisik dan kesehatan peserta didik. Menurutnya, peserta didik yang memperoleh asupan gizi yang baik akan memiliki daya konsentrasi lebih tinggi, produktivitas belajar yang lebih baik, serta kualitas tumbuh kembang yang optimal.

> “Pendidikan yang kuat lahir dari generasi yang sehat. Karena itu, Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program pangan, tetapi bagian dari fondasi pendidikan nasional,” tegasnya.

Pandangan tersebut dinilai sejalan dengan argumentasi pemerintah dalam sidang pengujian kebijakan MBG yang menyebut bahwa layanan pendukung seperti pemenuhan gizi peserta didik merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan dalam arti yang lebih luas.

Dalam diskusi itu, BEM PTMA juga menekankan bahwa pembahasan mengenai Program MBG harus ditempatkan dalam kerangka besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia, bukan semata-mata dipandang sebagai persoalan teknis anggaran.

Menurut Yogi, peningkatan kualitas pendidikan nasional akan sulit tercapai apabila persoalan mendasar seperti gizi anak, stunting, serta ketimpangan akses nutrisi masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Melalui forum diskusi publik tersebut, Korpus BEM PTMA berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus dikawal secara kritis, transparan, dan berkelanjutan agar mampu menjadi instrumen nyata dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

 

[Wira/Yogi]

By Wira