• Ming. Jun 21st, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Mediakota-online.com
Banda Aceh – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang inovatif, mudah diakses, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Melalui program Pasporia (Paspor Minggu Ceria), layanan keimigrasian hadir langsung di tengah masyarakat dalam kegiatan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh, Minggu (14/6/2026).

Program layanan jemput bola yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB tersebut menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan kesulitan mengurus paspor pada hari kerja. Dengan memanfaatkan momentum CFD yang rutin diikuti warga setiap akhir pekan, masyarakat dapat mengurus paspor sembari berolahraga dan menikmati suasana pagi bersama keluarga.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Bambang Tri Cahyono, menegaskan bahwa Pasporia bukan sekadar pemindahan lokasi pelayanan, melainkan bagian dari transformasi pelayanan publik yang modern, adaptif, dan dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Melalui Pasporia, pelayanan keimigrasian diintegrasikan dengan aktivitas rekreatif warga di akhir pekan. Masyarakat bisa berolahraga, menikmati suasana pagi di CFD, sekaligus menyelesaikan urusan paspor mereka secara produktif dalam satu waktu,” ujar Bambang.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan ini terlihat dari tingginya minat warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Kehadiran layanan di ruang publik terbukti mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus meningkatkan kemudahan akses terhadap layanan keimigrasian.

Kesuksesan pelaksanaan Pasporia juga mendapat perhatian langsung dari jajaran pimpinan. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, turun langsung ke lokasi untuk meninjau jalannya pelayanan serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil berdialog langsung dengan sejumlah pemohon guna mendengarkan pengalaman, masukan, dan harapan masyarakat terhadap layanan keimigrasian. Ia memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Kantor Imigrasi Banda Aceh sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kualitas pelayanan meskipun dilaksanakan di ruang terbuka.

“Konsepnya boleh santai di ruang terbuka, namun SOP, ketelitian dalam verifikasi berkas, dan sikap humanis tidak boleh kendor sedikit pun. Ini adalah bukti nyata bahwa reformasi birokrasi di tingkat Unit Pelaksana Teknis berjalan secara nyata, bukan sekadar slogan,” tegas Tato Juliadin Hidayawan.

Meskipun dilaksanakan dalam waktu yang terbatas dan di area terbuka, layanan Pasporia berhasil mencatat capaian yang cukup signifikan. Sebanyak 13 permohonan paspor berhasil dilayani, yang terdiri dari:

– 7 permohonan paspor baru;
– 6 permohonan penggantian atau perpanjangan paspor.

Menurut Bambang Tri Cahyono, capaian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat menyambut positif konsep pelayanan yang lebih fleksibel dan mudah dijangkau. Selain itu, seluruh proses pelayanan tetap mengedepankan prinsip transparansi, baik dalam persyaratan maupun biaya, sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui langkah transformasi yang berkelanjutan, diharapkan layanan keimigrasian semakin cepat, mudah, transparan, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Semangat “Imigrasi Untuk Rakyat” menjadi landasan utama dalam setiap inovasi yang dihadirkan, sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

 

[Phersi]

By Wira