• Jum. Mar 13th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

UPTD Puskesmas DTP Cilograng Bakar Limbah B3 Diduga Tidak Sesuai SOP

ByWira

Jul 6, 2024

Banten – mediakota-online.com

Alat medis bekas pakai tercecer diantaranya selang dan botol infusan, ditempat halaman gudang penyimpanan sementara limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), diduga tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), hal ini terjadi di UPTD Puskesmas DTP Cilograng, Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

 

Yakni, selain itu terpantau oleh awak media ratusan kemasan obat-obatan dan alat medis lainya bekas pakai pasen tersebut telah dibakar oleh petugas kebersihan puskesmas, didepan halaman gudang penyimpanan limbah B3 pada hari Sabtu (22/06/24).

 

Namun jika merujuk pada Peraturan Menteri KLHK Nomor P.56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan, sudah ada pengaturan warna kemasan wadah limbah B3.

 

Diantaranya warna merah digunakan untuk limbah radioaktif, kuning untuk limbah infeksius dan patologis, ungu untuk limbah sitotoksik, dan cokelat untuk limbah bahan kimia kadaluwarsa; tumpahan atau sisa kemasan dan limbah farmasi. Setelah itu akan diambil oleh transporter lalu diserahkan ke pemusnah limbah B3 tersebut.

 

Menurut petugas kebersihan Puskesmas Cilograng, bahwa limbah B3 dimusnahkan lantaran obat-obatan tersebut adalah obat yang sudah kadaluwarsa atau expired.

 

“Limbah ini sengaja dibakar dan untuk obat-obatan hanya 3 box yang sudah expired, adapun bekas botol infusan dan selang infusan yang belum dirapikan karena tempat penampungan limbah B3 nya rusak tidak bisa digunakan,” ujar Andi petugas kebersihan.

 

Sementara itu hal ini mendapatkan tanggapan dari sejumlah warga sekitar Desa Gunungbatu, yang berdekatan tempat kediamannya dengan UPTD Puskesmas DTP Cilograng, saat diwawancarai awak media online ia mengatakan.

 

“Ya, kalau mengenai Limbah B3 dari puskesmas yang telah dibakar itu tentunya sangat menggangu warga, karena kami selaku warga yang tidak tau apa-apa soal kesehatan, apakah polusi udara atau asap yang tercium oleh kami bisa menyebabkan penyakit atau tidak,” kata sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya dengan nada hampir sama.

 

Untuk sementara itu Tatang Kusmana, SKM.M.Si., selaku Kepala UPTD Puskesmas DTP Cilograng (Kapus), saat dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya beliau belum memberikan komentar yang begitu jelas.

 

“Walaikumsallam Wr Wb, lagi ada kegiatan di rangkas kang, kalau mau silaturahmi besok paling kang ya,” singkatnya. [Sumantri]

By Wira